Polusi Udara Jakarta Juara 3 Dunia Pagi Ini, Kota Lahore Juaranya
JAKARTA, investortrust.id – Situs pemantauan kualitas udara, IQ Air pagi ini menempatkan Jakarta sebagai kota nomor 3 pencemaran udara tertinggi di dunia dengan poin 158, pukul 07.09 WIB, Rabu, (4/10/2023).
Sedangkan peringkat pertama pencemaran udara terburuk hari ini ditempati oleh Kota Lahore, Pakistan (189). Kota Kuala New Delhi di india berada di posisi ketiga (166).
Baca Juga
Sementara Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menilai kualitas udara seluruh Ibu Kota Jakarta berada dalam kategori sedang, karena angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan indek standar pencemar udara (ISPU) mencapai angka 93 pada Rabu pagi ini.
Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar 93 atau berada di antara patokan 51-100.
Disebut kategori sedang bila tingkat kualitas udara berada di angka 51 – 100, yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika
Angka 101-199 memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya tidak sehat karena tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.
Lalu, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Baca Juga
Bikin Bangga! ESG Risk Rating BEI Terbaik Nomor 2 se-Asia Pasifik
Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi berada di angka 300 – 500.
Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Selain Jakarta Timur, ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya juga terpantau sedang, yakni Bundaran HI Jakarta Pusat (86), Kelapa Gading Jakarta Utara (74). Sedangkan Jagakarsa Jakarta Selatan (68) dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (65).
Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).

