IHSG Bisa Koreksi, Cermati Saham WIKA, TAPG, ASSA, dan DRMA
JAKARTA, investortrust.id–Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/10/2024), diproyeksikan lanjutkan penurunan menuju support 7.420 dan resistance 7.581.
Reliance Sekuritas dalam riset hari ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi peningkatna harga minyak dunia setelah meningkatnya kekhawatiran Israel akan melakukan serangan balasan dengan menyasar infrastruktur minyak Iran.
Baca Juga
Secara teknikal, Reliance Sekuritas menyebutkan, IHSG tengah membentuk black spinning top. Indikator stochastic menunjukkan IHSG memasuki dead cross yang menadakan peluang besar untuk lanjutkan koreksi. Meski demikian, saham WIKA, TAPG, ESSA, dan DRMA masih menarik untuk dilirik dengan potensi penguatan harga.
Saham WIKA direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp 416, saham TAPG direkomendasikan speculative buy dengan target harga Rp 925, ESSA direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.140, dan DRMA direkomendasikan speculative buy target harga Rp 1.240.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 19,43 poin (0,26%) menjadi 7.543,83. Pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,10 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 730,91 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp 164,83 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 115,10 miliar.
Baca Juga
Penurunan indeks kemarin dipicu atas koreksi sejumlah sektor saham, seperti saham sektor energi 0,71%, sektor material dasar 0,69%, sektor teknologi 1,11%, sektor kesehatan 0,69%, dan sektor transportasi 0,14%. Sebaliknya saham sektor consumer primer, property, keuangan, dan infrastruktur menguat.
Saat indeks turun tipis, saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan 24,83% menjadi Rp 362. Kenaikan juga melanda saham PT Kratau Steel Tbk (KRAS) menguat 24,06% menjadi Rp 165, PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) sebanyak 23,08% menjadi Rp 480, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 22,49% menjadi Rp 610, dan PT Tira Austenite Tbk (TIRA) naik 20,93% menjadi Rp 520.
Grafik IHSG

