Mandiri Sekuritas Revisi Naik Target Harga Saham BRI (BBRI), Potensi Cuan Makin Besar
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan rekomendasi dipertahankan beli. Revisi tersebut didukung lompatan kinerja semester I-2023 dan potensi pertumbuhan lebih baik pada paruh kedua tahun ini.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat dan Boby Kristanto Chandra mengatakan, pertumbuhan pesat kinerja keuangan semester I-2023 membuka peluang realisasi semester II-2023 akan bertumbuh lebih pesat.
Baca Juga
Laba Sesuai Estimasi, Saham BRI (BBRI) Direkomendasikan 'Buy'
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk merevisi naik target laba bersih BBRI dari Rp 59,07 triliun menjadi Rp 59,59 triliun. Begitu juga dengan PPOP direvisi naik dari Rp 101,96 triliun menjadi Rp 102,45 triliun.
“Kami memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan perseroan, PPOP dan laba bersih, tahun 2023-2025. Revisi naik tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan pendapatan di luar bunga lebih baik dari perkiraan dan penurunan belanja operasional,” tulisnya dalam riset harian yang terbit hari ini.
Revisi naik target kinerja keuangan tersebut juga menggambarkan peluang pertumbuhan kredit perseroan berkisar 10-11%, biaya kredit berpotesni turun tipis, dan peningkatan ROAE. Perseroan juga akan didukung atas perkiraan program KUR akan terus berlanjut setidaknya pada 2024-2025.
Baca Juga
Melesat 18,7%, Laba BRI (BBRI) Nyaris Sentuh Rp 30 Triliun di Semester I-2023
“Berbagai faktor tersebut mendorong kami untuk merevisi naik target harga saham BBRI menjadi Rp 6.700. Bahkan, saham BBRI menjadi pilihan teratas dengan peluang pertumbuhan laba yang lebih pesat dan dividen yang diprediksi akan tetap tinggi,” tulisnya.
Sebelumnya, dua sekuritas telah terlebih dahulu mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga bervariasi, seiring dengan lompatan laba besih perseroan hingga sesuai dengan perkiraan mereka.
Analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo mengatakan, realisasi laba bersih periode berjalan BRI yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 29,42 triliun pada semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 24,78 triliun sudah sesuai estimasi.
“Realisasi tersebut merefleksikan 52,4% dari target Trimegah Skeuritas dan merefleksikan 50,4% dari perkiraan konsensus analis,” tulisnya dalam riset saham terbaru, hari ini.
Baca Juga
Hal ini mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp 6.300. Target tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih menjadi Rp 58,07 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 51,17 triliun.
Sementara itu, analis RHB Sekuritas Ryan Santosi dan Andrey Wijaya mengatakan, saham BBRI dipertahankan beli dengan target harga Rp 6.450. Hal ini didukung keberhasilan perseroan mempertahankan lompatan laba bersih sesuai dengan perkiraan.
“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit perseroan akan lebih pesat lagi pada paruh kedua berkisar 10-12%, dibandingkan semester I-2023 sekitar 8,8%,” tulisnya.
Baca Juga
Perhatian! ARA dan ARB Saham hingga 35% Berlaku mulai Hari Ini
RHB Sekuritas memperkirakan laba bersih BBRI bisa melesat menjadi Rp 62,88 triliun tahun ini, dibandingkan perolehan tahun lalu hanya Rp 51,17 triliun.

