Saham AVIA Direvisi Naik, Potensi Cuan Makin Besar
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Avia Aviant Tbk (AVIA) direvisi naik dari Rp 620 menjadi Rp 660 dengan rekomendasi beli. Revisi naik tersebut merefleksikan potensi pertumbuhan kinerja keuangan tahun 2024 yang lebih kuat, dibandingkan realisasi tahun lalu.
Revisi naik target harga saham AVIA mempertimbangkan target peningkatan pendapatan yang ditetapkan manajemen perseroan berkisar 6-10% tahun 2024. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan tahun 2023 sebanyak 4-6%.
Baca Juga
Revisi tersebut juga mempertimbangkan potensi peningkatan volume penjualan sebanyak 4-8% tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya naik 1%. Pertumbuhan juga didukung kehadiran produk baru. Tren peningkatan volume penjualan sudah mulai terlihat dari realisasi Januari 2024.
Revisi naik juga mempertimbangkan rata-rata kenaikan harga jual berkisar 2% tahun 2024-2025. Sedangkan margin kotor perseroan diharapkan meningkat menjadi sekitar 44,4% tahun 2024 dan menjadi 44,5% tahun 2025. Peningkatan margin sejalan dengan biaya bahan baku relative stabil.
“Berbagai faktor tersebut mendorong kami untuk merevisi naik target kinerja keuangan AVIA tahun 2024-2025,” terangnya.
BRI Danareksa Skeuritas merevisi naik target laba bersih tahun ini dari Rp 1,58 triliun menjadi Rp 1,64 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 7,41 triliun menjadi Rp 7,41 triliun. Dengan kenaikan target kinerja dan saham, potensi cuan saham AVIA kian besar.
Baca Juga
Bangun Pabrik di Cirebon, Avia Avian (AVIA) Alokasikan Capex Rp 450 Miliar
Tahun lalu, AVIA membukukan peningkatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 17,14% menjadi Rp 1,64 triliun pada 2023, dibandingkan realisasi tahun 2022 senilai Rp 1,40 triliun.
Manajemen AVIA melalui rilis laporan kinerja keuangan tahun 2023, di Jakarta, Rabu (28/2/2024) menyebutkan, kenaikan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 6,69 triliun menjadi Rp 7,01 triliun.
Pertumbuhan laba bersih ini juga didukung penurunan beban pokok penjualan dari Rp 3,97 triliun menjadi Rp 3,83 triliun. Sedangkan laba sebelum beban pajak penghasilan meningkat dari Rp 1,74 triliun menjadi Rp 1,99 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan AVIA
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas

