Saham Melesat 20%, Simak 4 Isu Penting Medco (MEDC) Berikut
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sempat melesat ke level tertinggi Rp 1.315 atau dengan kenaikan berkisar 21% pada perdangan intraday Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/9/2023).
Berdasarkan data BEI hingga pukul 11.00 WIB, saham MEDC naik Rp 200 (18%) menjadi Rp 1.265. Sedangkan pergerakan harganya berada dalam rentang Rp 1.075-1.315.
Baca Juga
Di Atas Ekspektasi, BPS Catat Deflasi 0,02% per Agustus 2023
Sejumlah analisa pasar menyebutkan bahwa penguatan harga saham MEDC ini dipengaruhi empat isut berikut. Pertama, harga saham emiten geothermal telah melesat pesat dalam beberapa pekan terakhir, seperti PT Barito Pacifik Tbk (BRPT) dan PT Pertamina Gheotermal Tbk (PGEO).
Kenaikan harga saham dua emiten tersebut disinyalir membawa angin segar terhadap saham MEDC, sebagaimana diketahui Medco memiliki dua aset geothermal, Sarulla dan Ijen.
Baca Juga
Berkat Amman Mineral (AMMN), Target Harga Saham Medco Energi (MEDC) Menggiurkan
Medco menguata sebanyak 18,99% saham pada pembangkit listrik geothermal Sarulla dengan kapasitas 330 MW. Perseroan juga memegang sebanyak 51% saham geothermal Ijen dengan kapasitas 110 MW yang masih dalam tahap pembangunan dengan target operasional pada 2024.
Dengan demikian total kapasitas geothermal perseroan mencapai 118MW. Angka tersebut memang masih lebih rendah dibandingkan PGEO mencapai 1.872 ME dan BRPT melalui Star Energy sebnyak 315 MW.
Baca Juga
IHSG Perlahan-lahan Bangkit, Saham Ini Cuan Besar di Awal Transaksi
Faktor kedua, penguatan harga saham MEDC didukung lompatan harga saham PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) dalam beberapa pekan terakhir. Sejak lompatan harga tersebut, saham MEDC belum terlihat menguat. Sebagaimana diketahui Medco salah satu pemegang saham besar AMMN.
Penguatan harga saham MEDC juga ditopang atas kenaikan harga jual minyak. Bahkan, harga minyak mencapai US$ 85 per barel akhir Agustus setelah beberapa negara produsen minyak memangkas produksi, seperti Arab Saudi dan Rusia. Kenaikan juga didukung penurunan inventori minyak AS.
Sedangkan terakhir, penguatan harga saham MEDC disebut-sebut ditopang rencana perpanjangan kontrak perjajian jual beli gas di Blok Corridor yang berakhir September 2023. Kontrak tersebut akan diperpanjang mengingat status PGN sebagai BUMN yang bertanggung jawab untuk menyalurkan gas ke sektor industri.

