Saham Medco (MEDC) Direvisi Naik ke Level Ini, Simak Faktor Pendorong
JAKARTA, Investortrust.id – Target harga saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) direvisi naik, seiring dengan ekspetkasi harga minyak lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula. Perseroan juga didukung sentiment positif terkait rencana akuisisi 20% kepemilikan non-operasional pada aset produksi di Timur Tengah.
Sedangkan penguatan harga saham minyak dan gas (migas), Senin (9/10/2023), didukung ataspenguatan harga minya WTI dan Brent dalam beberapa hari terakhir hingga mendorong harnya minyak naik ke level US$ 91-92 per barel. Penguatan harga minyak tersebut dipicu ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
Hingga pukul 14.30, saham MEDC telah melesat Rp 135 (10,04%) menjadi Rp 1480. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 1.420-1.485.
“Kami menaikkan proyeksi harga minyak mentah brent pada 2023-2025menjadi US$80-85 per barel, dibandingkan perkiraan semula US$75-80 per barel. Hal ini diharapkan berimbas positif terhada keuangan MEDC,” tulis riset CGS CIMB Sekuritas dalam riset yang diterbitkan, belum lama ini.
Hal ini mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk menaikkan proyeksi EPS perseroan pada 2023 hingga 2025 sebesar 4-31%. “Kami tetap mempertahankan rating Add dan menaikkan target harga dari Rp 1.300 menjadi Rp1.650yang mencerminkan nilai oil dan gas asset,” terangnya.
Baca Juga
Terkait penurunan laba bersih MEDC sepanjang semester I-2023 sebesar 56% menjadi US$119 juta hingga berada di bawah ekspektasi dipengaruhi atas penurunan harga minyak mentah, kerugian sebesar US$21 juta atas penyesuaian nilai wajar dari aset keuangan, dan kontribusi keuntungan yang lebih rendah atas kepemilikan 21% saham di PT Amman Mineral International (AMMN).

