Mulai Bangkit, Simak 10 Saham Teknologi yang Undervalued Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id - Sejumlah saham teknologi melesat pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (13/9/2024). Bahkan, penguatan saham sektor teknologi sebesar 4,46% turut menjadi penopang IHSG.
J.P. Morgan Indonesia menilai, penguatan pekan lalu didorong oleh semakin dekatnya potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (the Fed).
Di samping itu, J.P. Morgan Indonesia percaya bahwa aset-aset berdurasi panjang seperti perusahaan berbasis internet dapat menjadi penerima manfaat dari tren suku bunga yang lebih rendah.
Melihat optimisme pasar pada saham teknologi, terdapat 10 saham yang dikategorikan undervalued atau valuasi murah oleh tim litbang investortrust.id. Saham-saham tersebut dianggap memiliki potensi penguatan saat pemangkasan suku bunga benar-benar terjadi.
Beberapa saham dengan valuasi murah bahkan memiliki kinerja fundamental yang meyakinkan, contohnya adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI), dan PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL).
Pada perdagangan Jumat lalu (12/9/2024), saham WIFI memiliki price earning ratio (PER) 4,42 kali dan price to book value (PBV) 0,71 kali. Sedangkan saham MSTI memiliki PER sebesar 9,34 kali dan PBV sebesar 2,62 kali. Lebih lanjut, PER saham MTDL adalah 11,63 kali dan PBV sebesar 1,44 kali.
Selain itu, saham-saham sektor teknologi yang juga masuk dalam kategori undervalued adalah saham MPIX, ATIC, ELIT, ZYRX, GLVA, PTSN dan AXIO.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Soekarno Alatas mengatakan bahwa saham masuk ke dalam kategori undervalue,disebabkan PER mereka berada di bawah rata-rata industri, kemudian PBV di bawah 1-2 kali atau rata-rata industri.
Kemudian, dari sisi kinerja keuangan pada semester I-2024, WIFI membukukan kinerja yang mengkilap. Pendapatan usaha dari WIFI tumbuh 40% menjadi Rp 309 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 220,51 miliar. Hal ini mendorong lompatan laba bersih dari Rp 9,42 miliar pada semester I-2023 menjadi Rp 89,86 miliar pada semester I tahun ini.
Tak kalah, MSTI juga membukukan kinerja yang positif pada semester I-2024. Emiten sistem teknologi informasi PT Mastersystem Infotama Tbk (MSTI) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp163,42 miliar pada semester I-2024 atau naik 49% yoy dari Rp 108,89 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Tim riset Stockbit menilai realisasi kinerja MSTI selama semester I-2024 masih sejalan dengan ekspektasi, serta masih on–track untuk mencapai proyeksi laba bersih dari Stockbit sepanjang tahun 2024 yaitu di level Rp 531 miliar.
Menurut riset, pendapatan MSTI sendiri cenderung terkonsentrasi pada semester II, yang terefleksi dari data musiman di mana 80% dari total pendapatan tahunan pada tahun 2020-2022 dibukukan pada Mei–Desember.
Sementara itu, PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), mencatat kenaikan pendapatan sebesar 12,4% secara year on year (yoy) menjadi Rp 10,5 triliun pada Semester I-2024. Periode yang sama di tahun 2023 Perseroan mengantongi pendapatan senilai Rp 9,3 triliun.
Kenaikan pendapatan mendorong perolehan laba bersih konsolidasi yang tercatat naik menjadi Rp 276,1 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 272,2 miliar. Lebih lanjut, MTDL optimistis meraih pendapatan sekitar Rp 25 triliun pada akhir 2024 yang didukung oleh tingginya kebutuhan akan transformasi digital di Indonesia.

