Saham SMGR Undervalued, Potensi Bangkit lewat Program 3 Juta Rumah dan Kenaikan Permintaan Semen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dinilai menarik untuk dikoleksi di tengah sentimen pasar yang masih skeptis. Prospek positif ini didukung berlanjutnya program pembangunan 3 juta rumah oleh pemerintah. Saat program ini berjalan, SMGR diprediksi menjadi pemain utama dalam rantai pasok bahan bangunan nasional.
Perseroan juga memiliki prospek pemulihan laba yang kuat, seiring mulai pulihnya volume penjualan dan berjalannya efisiensi biaya operasional. Sebagai industri padat modal, sekitar 50% struktur biaya SMGR terdiri atas biaya tetap membuat margin SMGR sangat sensitif terhadap perubahan volume. Namun kini, tanda-tanda pemulihan yang kuat terlihat dengan ekspektasi margin akan terus membaik dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
IHSG Menuju 7.542 Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin FILM Direkomendasikan Beli
“Saat ini, saham SMGR diperdagangkan pada valuasi sangat murah, yakni 0,4 kali Price to Book Value (PBV) dan 8,6 kali Price to Free Cash Flow (P/FCF). Dengan valuasi serendah itu, risiko penurunan sudah sangat terbatas,” analis Sucor Sekuritas Cheryl Jennifer Wang dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Terkait program 3 juta rumah dipandang sebagai tulang punggung strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5% per tahun. Saat program ini digulirkan, SMGR sebagai produsen semen dengan jaringan distribusi yang luas, kepemilikan oleh negara, dan skala operasional yang besar, akan menjadi emiten paling ideal untuk memasok kebutuhan bahan bangunan dalam program tersebut.
Baca Juga
Dukung Program 3 Juta Rumah, Ini 5 Program yang Akan Dikerjakan Perumnas
Berjalannya pemulihan ekonomi yang berimbas terhadap peningkatan volume penjualan, SMGR berpeluang membalikkan tren negatif yang dialaminya dalam tiga tahun terakhir. Diproyeksikan margin operasional SMGR dapat meningkat hingga 2,6% dalam tiga tahun ke depan, bahkan tanpa mempertimbangkan dampak langsung dari program perumahan pemerintah.
Dengan valuasi yang masih murah dan potensi katalis dari proyek pemerintah, saham SMGR direkomendasikan buy. Harga saham saat ini tercatat diperdagangkan dengan diskon 35% terhadap estimasi nilai wajar analis sebesar Rp 3.700 per saham. Target harga tersebut juga mempertimbangkan prediksi peningkatan laba bersih menjadi Rp 772 miliar tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 720 miliar. Sebaliknya pendapatan diprediksi turun dari Rp 36,18 triliun menjadi Rp 35,77 triliun.

