BEI: 90% Harga Saham Emiten Baru Naik Pasca Listing di Bursa
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeklaim bahwa hampir 90% harga saham-saham dari emiten baru, naik pasca tercatat (listing) di bursa.
“Kami bisa melihat secara fundamental bahwa lebih dari 90% (saham) harganya naik ketika hari pertama tercatat. Jadi harganya naik justru,” ujar Direktur Utama BEI Iman Rachman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (6/9/2024).
Dia mengatakan, kisaran jumlah tersebut juga merujuk hasil kajian yang dilakukan oleh Mandiri Sekuritas. Ditegaskan pula bahwa dalam meninjau kinerja emiten, bursa tidak memperhitungkan harga saham. Sebab, harga saham ditentukan oleh mekanisme pasar, yakni posisi neraca antara pasokan dan permintaan di pasar.
Baca Juga
BEI: Pipeline IPO 28 Perusahaan, 5 di Antaranya Beraset Jumbo
Namun saat ini bursa mengaku telah meminta perusahaan tercatat untuk menyampaikan laporan riset (research reporter) dalam menentukan harga IPO. Berbeda dengan masa sebelum 2022, yang pembentukan harga IPO-nya tidak memiliki pembanding atau benchmarking.
“Mau dia bikin harganya Rp 1.000 atau Rp 2.000. Tetapi sekarang timnya Pak Nyoman melihat kesesuaian research dan harga yang ditawarkan di pasar. Itu yang di-preview,” sambung Iman.
Dia mengakui bahwa pelaku pasar memperhatikan kinerja harga saham yang turun, terutama saham-saham yang baru tercatat di bursa. Namun direksi BEI kembali berpendapat bahwa kualitas perusahaan secara fundamental tidak bisa dinilai dari harga saham.
Baca Juga
Bayar Utang Pemegang Saham, Ancora (OKAS) Cairkan Pinjaman Rp 150 Miliar
“Jadi tolong bedakan ketika perusahaan dianggap buruk, bukan berarti kalau harganya gocap (Rp 50) itu buruk, belum tentu,” ujar Iman.
Menurut bursa, berdasarkan analisis terhadap perusahaan-perusahaan tercatat, sebagian besar fundamental perusahaan terutama dari papan akselerasi, justru meningkat. Hal tersebut dilihat karena selama ini penyumbang terbesar penurunan harga saham adalah di papan akselerasi.
“Tetapi sebagian besar malah fundamentalnya, artinya kinerja operasional dan kinerja keuangannya malah justru naik,” tegas Iman. (CR-10)

