IHSG Ditutup Torehkan ATH Baru, Saham CINT, PICO, AKSI, ALKA, dan DNET Terbang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/9/2024), ditutup melonjak ke level penutupan tertinggi baru (all time high/ATH) setelah naik 40,81 poin (0,53%) menjadi 7.721,85. Bahkan, IHSG intraday sempat sentuh rekor tertingginya sepanjang masa 7.754,
Penguatan indeks didukung penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 1,91%, kesehatan 0,55%, sektor properti 0,27%, sektor teknologi 0,27%, sektor konsumer non primer 0,21%, dan sektor transportasi 0,17%. Sebaliknya pelemahan melanda saham sektor infrastruktur, industri, material dasar, dan sektor energi.
Baca Juga
Hingga Juli 2024, OJK Catat Premi Industri Asuransi Tumbuh 7,38% Menjadi Rp 193 Triliun
Saat IHSG torehkan ATH, sejumlah saham ini melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Chitose Internasional Tbk (CINT) melesat 34,51% menjadi Rp 191 dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO) menguat 34,38% menjadi Rp 129.
ARA juga melanda saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) sebanyak 24,79% menjadi Rp 302 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat 24,61% menjadi Rp 476. Begitu juga dengan saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) sebanyak 19,89% menjadi Rp 10.700.
Sebaliknya sejumlah saham dengan penurunan paling dalam, yaitu saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), PT Meratur Jasa Prima Tbk (KARW), PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA), PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI), dan PT Green Power Group Tbk (LABA).
Baca Juga
Anindya Bakrie: Indonesia dapat Jadi Pusat Dekarbonisasi Dunia
Kemarin, IHSG naik tipis 8,14 poin (0,11%) menjadi 7.681 dengan nilai transaksi Rp 9 triliun. Pemodal asing lagi-lagi catatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 736,80 miliar didominasi saham BBNI, BMRI, INDF, BBCA, dan BBRI.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor keuangan 1,39%, sektor konsumer non primer 1,63%, sektor konsumer primer 1,27%, sektor properti 1,72%, dan sektor industri 0,33%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, energi, material dasar, dan teknologi.
Grafik IHSG

