Pasca FTX Bangkrut, Kemana Para Eksekutifnya Sekarang?
JAKARTA, investortrust.id - Sudah hampir dua tahun sejak bursa mata uang kripto FTX dan perusahaan perdagangan Alameda Research runtuh. Hal itu lantas menyebabkan ketidakpastian pasar, tindakan keras dari regulasi, dan tuntutan pidana bagi yang terlibat.
Melansir Cointelegraph, Jumat (30/8/2024), mantan CEO FTX yang juga diduga mengendalikan Alameda Sam Bankman-Fried, merupakan salah satu eksekutif pertama yang mendapat hukuman penjara.
Dari lima orang yang didakwa di Pengadilan Federal Amerika Serikat (AS), hanya dia satu-satunya yang mengaku tidak bersalah dan kasusnya disidangkan oleh pengadil dalam persidangan dan dipublikasikan secara luas.
Baca Juga
Usai Pendiri MicroStrategy, Binance dan FTX Terjerat Masalah, Kripto Jadi Sorotan
Saat ini, Bankman-Fried kemungkinan mendekam di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn dan menghadapi hukuman 25 tahun penjara. Seorang hakim Federal menjatuhkan hukuman tersebut pada 28 Maret, meski tim Bankman-Fried telah mengajukan banding sebelumnya.
Selanjutnya, ada Rian Salam yang merupakan eksekutif FTX. Ia memberi tahu regulator Bahama tentang potensi penipuan di bursa kripto. Tidak seperti tersangka lain yang didakwa atas peran mereka di FTX dan Alameda, Salam justru tidak bersaksi di persidangan tahun lalu.
Baca Juga
FTX Tegaskan akan Bayar Seluruh Ganti Rugi Plus Bonus ke Kreditur
Sebaliknya, ia mengaku bersalah atas konspirasi untuk mengoperasikan bisnis pengiriman uang tanpa izin dan terlibat dalam penipuan pendanaan kampanye. Pada Mei lalu, Hakim Lewis Kaplan menjatuhkan hukuman 90 bulan penjara kepada Salam, yang juga mantan Co-CEO FTX Digital Markets.
Lalu, ada pendiri FTX lainnya yaitu Gary Wang dan Nishad Singh. Ekduanya bersaksi di persidangan Bankman-Fried tentang penyalahgunaan dana pengguna antara FTX dan Alameda atas arahan Bankman-Fried.
Sidang vonis Singh dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober mendatang, sementara sidang untuk Wang pad 20 November 2024.
Kemudian, ada mantan CEO Alameda Research Caroline Ellison yang menjadi paling tertutup dalam kehancuran FTX. Ia mengaku bersalah atas tuduhan penipuan pada 2022 usai bursa kripto tersebut runtuh.
Hingga 29 Agustus lalu, belum ada sidang Vonis yang dijadwalkan untuk mantan CEO Alameda tersebut. Namun banyak yang memperkirakan ia akan menerima hukuman penjara selama bertahun-tahun.

