Pendiri Bursa Kripto FTX Sam Bankman-Fried Bisa Dihukum Penjara 115 Tahun
JAKARTA, Investortrust.id - Sidang terhadap pendiri bursa kripto FTX, Sam Bankman-Fried telah dimulai, dan dianalogikan sebagai sebuah 'titik balik' bagi dunia kripto. Sam Bankman yang mendirikan bursa kripto FTX pada tahun 2019, menghadapi sidang atas tuduhan kejahatan keuangan, yang diduga terkait dengan runtuhnya bursa kripto yang ia dirikan pada November 2022 lalu.
Pria berusia 31 tahun ini juga menghadapi tujuh dakwaan konspirasi dan penipuan yang dengan klaim bahwa Bankman telah mengalihkan dana investor ke taruhan berisiko serta tujuan lain yang melanggar hukum.
Tuduhan yang diajukan oleh Kejaksaan AS di Manhattan menyebutkan Sam Bankman telah menggunakan dana nasabah FTX untuk menutupi biaya pinjaman yang membengkak di hedge fund yang juga dimiliki Bankman, Alameda. Bankman juga dituduh telah menyalahgunakan dana nasabahnya untuk membeli properti mewah dan menyumbangkan jutaan dolar untuk donasi politik.
Bankman-Fried, putra dari dua profesor Stanford, membantah semua tuduhan tersebut. Namun jika tuduhan ini terbukti dan Bankman dinyatakan bersalah atas semua dakwaan, ia bisa dikenai hukuman penjara selama 115 tahun.
Sidang tahap pertama sendiri telah berlangsung 2 Oktober di New York, berbarengan proses pemilihan juri dimulai.
Hakim Distrik AS Lewis Kaplan telah meminta 50 calon juri berkumpul di pengadilan Manhattan, dan menyeleksi mereka untuk mempersempit pilihan menjadi 12 orang juri dan enam juri alternatif.
"Tujuannya adalah memilih juri yang tidak peduli mereka tahu atau tidak tahu tentang pihak-pihak ini atau tentang kasus ini, bersedia dan mampu untuk memutuskan kasus ini secara adil dan tidak memihak kepada kedua belah pihak berdasarkan bukti-bukti," kata Kaplan dilansir thisismoney.uk
Hakim juga memberi tahu Bankman-Fried, bahwa untuk bersaksi dalam pembelaannya sendiri akan menjadi keputusannya. Saat ditanya apakah dia mengerti, Bankman-Fried menjawab, 'Ya.'
Dalam kesempatan persidangan nanti, pengacara Bankman mengisyaratkan akan melemahkan kredibilitas saksi, termasuk inner circle Bankman-Fried yang telah mengakui tuduhan penipuan dan setuju untuk bekerja sama dengan kejaksaan.
Mereka di antaranya adalah Caroline Ellison, 28 tahun, mantan pacar Bankman-Fried dan mantan chief executive officer Alameda Research, serta Gary Wang, 31 tahun, pendiri FTX yang juga pernah menjadi teman sekamar Bankman.
Para pengacara akan berargumen bahwa Bankman-Fried tidak memiliki niat kriminal meskipun membuat kesalahan yang menyebabkan bursa tersebut runtuh.
FTX mengalami kejatuhan spektakuler ketika bursa kripto ini mengajukan kebangkrutan 11 bulan yang lalu, menyusul gagalnya mencari pendanaan sebesar US$ 8,4 miliar. Kegagalan ini berdampak dramatis pada pasar kripto lebih luas, melenyapkan lebih dari US$1 triliun dari kapitalisasi pasar kripto tahun 2022 lalu.
Runtuhnya FTX juga mengguncang kepercayaan pada para personal di belakang mata uang kripto. Bankman-Fried pada satu waktu memiliki kekayaan hampir US$ 26,5 miliar dan sempat berbagi panggung konferensi dengan tokoh-tokoh besar seperti Tony Blair dan Bill Clinton.
Jaksa dalam tuduhannya mengatakan Bankman-Fried telah membangun reputasinya dengan kebohongan dan memperkuat kebohongannya dengan dukungan dari sejumlah selebriti dan atlet-atlet berprestasi. Sejauh ini publik melihat FTX mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh terkenal seperti supermodel Gisele Bundchen dan pemain bola basket Amerika Stephen Curry.
“Kami menjadi terlalu percaya diri dan ceroboh,” cuit Bankman-Fried di akun X, yang sebelumnya adalah Twitter, lima hari setelah FTX mengajukan kebangkrutan. “Dan masalahnya lebih besar daripada yang saya sadari,” tuturnya saat itu.
Bankman ditangkap di Bahama pada Desember 2022, berikutnya ia diekstradisi ke AS atas tuduhan mencuri miliaran dolar AS dari nasabah bursa untuk menutupi kerugiannya di Alameda.
Kejatuhan bursa kripto FTX diperkirakan telah memengaruhi ribuan investor di Inggris, dengan regulator Financial Conduct Authority mencatat bahwa 8% dari 1 juta nasabahnya berada di Inggris.
Meskipun Bankman-Fried dibebaskan dengan jaminan US$241 juta, yang tercatat sebagai nilai jaminan terbesar dalam sejarah AS, jaminan tersebut kemudian dicabut setelah dia dituduh mencoba mengganggu saksi potensial. Salah satunya ia telah berusaha berhubungan dengan mantan pacarnya, Ellison.
Sidang terhadap Bankman-Fried dinilai sangat penting bagi industri kripto yang masih mencoba pulih dari dampak kehancuran FTX. Disampaikan Walid Koudmani, analis utama di broker XTB, sidang ini bisa 'membentuk nasib industri kripto' dan menyebutnya sebagai 'titik balik'.

