Jelang Rights Issue, Diagnos (DGNS) Berhasil Berbalik dari Rugi Jadi Laba
JAKARTA, investortrust.id – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) berhasil membalikkan posisi dari rug bersih tahun berjalan Rp 7,73 miliar semester I-2023 menjadi laba periode berjalan Rp 1,15 miliar pada semester I-2024. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan.
Manajemen DGNS dalam rilis laporan kinerja keuangan menyebutkan bahwa pendapatan meningkat dari Rp 71,21 miliar menjadi Rp 81,04 miliar. Begitu juga dengan laba bruto naik dari Rp 28,54 miliar menjadi Rp 36,04 miliar.
Baca Juga
Diagnos Laboratorium (DGNS) Gagas Rights Issue Rp 465 Miliar, Ini Peruntukannya
Kenaikan tersebut berimbas terhadap kondisi keuangan dari rugi menjadi laba. Sedangkan laba per saham dasar DGNS hingga semester I-2024 mencapai Rp 1 per saham.
Sebelumnya, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk memutuskan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue..
PMHMETD tersebut bertujuan untuk membiayai akuisisi sebesar 97,97% saham Asa Ren Pte. Ltd, sebuah startup bioteknologi Singapura.Pengambilalihan saham Asa Ren dilakukan dalam bentuk inbreng (setoran modal selain uang) dan pembelian saham.
Nantinya, saham baru yang diterbitkan DGNS akan diambil alih oleh pemegang saham Asa Ren. Adapun pemegang saham Asa Ren akan menyetor saham miliknya kepada perseroan.
Terkait rencana inbreng tersebut, PT Bundamedik Tbk (BMHS) sebagai pemegang saham utama perseroan tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dan mengalihkan seluruh HMETD kepada Pemegang Saham Asa Ren.
Baca Juga
Indonesia Jadi Pemain Kunci Industri Kripto di Asia Tenggara
Adapun nilai dari rencana pengambilalihan Asa Ren sebesar US$ 24,10 juta setara dengan Rp 357,89 miliar. Dengan rincian, nilai rencana inbreng sebesar US$ 21.690.385 yang setara dengan Rp 322,10 miliar dan nilai rencana pembelian saham adalah sebesar US$ 2.410.043 yang setara dengan Rp 35,78 miliar (kurs USD1 = Rp14.850).
Right issue dilakukan dengan menerbitkan sebanyak 921 juta saham baru, dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Adapun harga harga pelaksanaan rights issue ini sebesar Rp 505 per saham baru. Sehingga total nilai rights issue ini mencapai Rp 465,10 miliar.
Grafik Saham DGNS

