Diagnos Laboratorium (DGNS) Gagas Rights Issue Rp 465 Miliar, Ini Peruntukannya
JAKARTA, investortrust.id – PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) mengumumkan rencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) atau rights issue.
Aksi korporasi ini dilakukan dengan menerbitkan sebanyak 921 juta saham baru, dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Adapun harga harga pelaksanaan rights issue ini sebesar Rp 505 per saham baru. Sehingga total nilai rights issue ini mencapai Rp 465,10 miliar.
Terakit rencana tersebut, Perseroan berencana meminta persetujuan pemegang saham independent dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 19 April 2024.
Berdasarkan pengumuman keterbukaan informasi Perseroan yang dikutip, Kamis (14/3) disebutkan, aksi korporasi ini bertujuan untuk mengambil alih sebagian besar saham Asa Ren Pte. Ltd, sebuah startup bioteknologi Singapura.
Baca Juga
Mekanisme transaksi pengambialihan saham tersebut dilakukan dalam bentuk inbreng dan tunai. Untuk mekanisme inbreng dimaksud yaitu saham baru yang diterbitkan DGNS akan diambil alih oleh pemegang saham Asa Ren. Adapun pemegang saham Asa Ren akan menyetor saham miliknya kepada Perseroan.
Disebutkan, nilai dari rencana pengambilalihan saham Asa Ren sebesar US$ 24.100.428 yang setara dengan Rp 357,89 miliar, dengan rincian: a. Nilai Rencana Inbreng sebesar US$ 21.690.385 yang setara dengan Rp 322,10 miliar, dan b. Nilai rencana pembelian saham adalah sebesar US$ 2.410.043 yang setara dengan Rp 35,78 miliar.
Terkait rencana inbreng tersebut, PT Bundamedik Tbk (BMHS) sebagai Pemegang Saham Utama Perseroan berencana tidak melaksanakan HMETD yang dimilikinya dalam rangka PMHMETD I dan akan mengalihkan seluruh HMETD yang dimilikinya tersebut kepada Pemegang Saham Asa Ren.
Sedangkan pemegang saham utama Perseroan yakni PT Bunda Investama Indonesia (BII) akan melaksanakan HMTED yaitu sejumlah 80.492.383 HMETD, dan berencana untuk mengalihkan 258.374.200 HMETD yang dimilikinya dalam rangka PMHMETD I kepada Pemegang Saham Asa Ren.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 2% Setelah Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia
Atas sejumlah saham baru yang akan diambil bagian oleh pemegang saham Asa Ren dalam rangka PMHMETD I, pemegang saham Asa Ren (setelah menerima pengalihan HMETD dari BMHS dan BII) akan melakukan penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng) atas 88,17% saham dalam Asa Ren yang dimiliki oleh pemegang saham Asa Ren.
‘’Melalui rencana PMHMETD I ini, Perseroan akan mendapatkan dana untuk mengambil alih saham Asa Ren serta meningkatkan nilai modal disetor dan ditempatkan Perseroan, guna mendukung pengembangan kegiatan usaha yang dimiliki Perseroan,’’ ulas Direksi Perseroan.
Disamping itu, Rencana PMHMETD I ini juga akan berdampak pada peningkatan struktur modal Perseroan, utamanya pada bagian ekuitas Perseroan. ‘’Dengan dilakukannya Rencana PMHMETD I, tidak akan terjadi perubahan Pengendali dalam Perseroan,’’ urai Manajemen.

