Diversifikasi Mesin Pertumbuhan Jadikan Valuasi Saham GOTO kian Menarik
JAKARTA, investortrust.id - Diversifikasi mesin pertumbuhan secara berkelanjutkan akan menjadi peluang bagi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) untuk mengerek naik margin keuntungan ke depan. Upaya ini diharapkan berimplikasi terhadap peningkatan pendapatan dan keuntungan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Niko Margaronis mengatakan, GOTO melalui segmen bisnis on demand services (ODS), Gojek, agresif memperbanyak produk yang bisa berdampak terhadap pertumbuhan GTV dan EBITDA. Penambahan produk mulai membuahkan hasil dengan peningkatan jumlah pengguna sebanyak 26% pada kuartal II-2024 dari reaktivitasi kembali layanan lama dan akuisisi pengguna baru, khususnya dengan pilihan Hemat.
Baca Juga
Penguatan Sinergi Telkom (TLKM) dan GOTO bisa Lahirkan Sumber Pendapatan Baru
Peningkatan pengguna memang berimbs terhadap peningkatan rugi EBITDA disesuaikan pada kuartal II. Namun hal tersebut terimbangi dengan peningkatan pengguna maupun transaksi melalui platform perseroan. Usai mencapai peningkatan pengguna, biaya akuisisi pengguna diprediksi kembali normal memasuki kuartal III tahun ini.
Terkait segmen bisnis keuangan melalui GoTo Financial, dia mengatakan, menunjukkan tren pertumbuhan mengesankan hingga semester I-2024. Pola ini diharapkan berlanjut sampai akhir tahun. Pertumbuhan GTV inti bisnis ini mencapai 64,8% menjadi Rp 56,2 triliun pada kuartal II dan bertumbuh 52% menjadi Rp 104,57 triliun pada semester I-2024. Sedangkan kredit bertumbuh menjadi Rp 3,5 triliun dan pertumbuhan kredit kuartalan ditargetkan mencapai 20%.
“Kami memperkirakan pertumbuhan kredit GOTO Financial tetap kuat ke depan yang bersumber dari pinjaman dan BNPL Gojek, kredit konsumen maupun bisnis melalui aplikasi Gopay, dan ekspansi penguatan penetrasi pembiyaan bagi pengguna TikTok hingga driver. Target pertumbuhan kredit kuat diprediksi berlanjut sejalan 25 juga pengguna aktif Gopay dan posisi Gopay sebagai fintech terbesar,” tulisnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Rugi Bersih GOTO Terpangkas 62%, On Track Menuju Profitabilitas
Selain sejumlah factor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, GOTO berada di posisi dengan tingkat pertumbuhan GTV pesat didukung penguatan cross-selling seluruh platform. GOTO kini bertujuan menjadi perusahana yang terbesar di TikTok, apalgi Tokopedia tengah gencar berinvestasi untuk meningkatkan nilai transaksi yang bisa tentu berimplikasi positif terhadap GOTO.
Berbagai factor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 90 per saham. Kini, saham GOTO menunjukkan valuasi sangat atraktif. Target harga tersebut mempertimbangkan proyeksi rata-rata kenaikan tahunan GTV bisnis ODS dan GTF sebesar 6% hingga 2034.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan potensi kenaikan pendapatan perseroan menjadi Rp 15,34 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 14,78 triliun. Sedangkan total GTV perseroan kuartal III dan IV tahun ini diprediksi terus lanjutkan pertumbuhan.
Grafik Saham GOTO

