Valuasi Kian Menarik, Begini Rekomendasi Saham Telkom (TLKM)
JAKARTA, investortrust.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) berhasil mencetak kinerja operasional yang impresif setelah kenaikan 5 juta pelanggan menjadi 158 juta pada kuartal III-2023. Selain itu, valuasi Telkom kini menjadi yang paling menarik, dibandingkan emiten besar lainnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebaliknya ARPU turun tipis dari Rp 49,7 ribu pada kuartal II menjadi Rp 48,6 ribu pada kuartal III, meski perseroan tidak menerapkan kenaikan harga paket harga data secara besar-besaran. Hal ini dipengaruhi kebijakan perseroan untuk menjaga harga jual sesuai dengan daya beli pasar.
Baca Juga
Fokus pada FMC dan Data Center, Telkom (TLKM) Pastikan Transformasi 5 Bold Moves Berjalan Lancar
Analis Trimegah Sekuritas Sabrina dan Richardson Raymond mengatakan, keberhasilan kinerja operasional tersebut didukung pendepatan customer value management (CVM) membuahkan hasil positif. Begitu juga dengan Telkomsel yang terus melanjutkan komitmen untuk menjaga harga selaras dengan daya beli pengguna.
Melihat pola tersebut, dia mengatakan, Telkom diprediksi mampu untuk mencetak pertumbuhan pendapatan sebanyak 4,1% pada kuartal terakhir tahun ini, dibandingkan kuartal III-2023. Sedangkan margin EBITDA diperkirakan turun dari 54,8% menjadi 53,9%.
Estimasi Kinerja TLKM
Kondisi tersebut diharapkan menjadikan laba bersih perseroan tahun ini menjadi Rp 25,92 triliun, dibandingkan tahun lalu Rp 20,75 triliun. EBITDA juga diperkirakan naik dari Rp 78,99 triliun menjaedi Rp 80,25 triliun. Sedangkan pendapatan diharapkan menguat dari Rp 147,30 triliun menjadi Rp 150,53 triliun.
Terkait integrasi Telkomsel dan Indihome, Richardson dan Sabrina mengatakan, penggabungan tersebut diharapkan menciptakan pertumbuhan pelanggan berkelanjutan bersamaan dengan peningkatan kualitas pelanggan. Hal ini dilakukan adanya penjualan silang produk Telkomsel dan Indihome, sehingga menarik minat lebih banyak pelanggan ke depan.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Bukukan Pendapatan Rp111,2 Triliun, Sejumlah Divisi Ini Pemicunya
Trimegah Sekuritas menyebutkan bahwa integrasi ini setidaknya telah menghasilkan nilai sinergi Rp 500 miliar dan diharapkan mencapai Rp 1,8 triliun pada tahun depan.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM, namun target harga direvisi turun dari Rp 5.500 menjadi Rp 5.400. Target harga tersebut mengasumsikan pandangan positif terhadap pertumb uhan pendapatan dan EBITDA TLKM ke depan.
“Dibandingkan saham kapitalisasi besar lainnya, valuasi saham TLKM kini jauh menarik, apalagi dengan tren pertumbuhan kinerja keuangan tahun depan,” tulisnya.

