IHSG Dilada Profit Taking, Tapi Saham HDFA dan DGNS malah ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (27/8/2024), dibuka sempat melesat ke level 7.610. Namun dalam beberapa menit kemudian terjadi koreksi mencapai 9 poin (0,07%) menjadi 7.602.
Pergerakan indeks dipengaruhi atas penguatan tipis sejumlah saham, seperti sektor industri, sektor energi, sektor konsumer primer, sektor kesehatan, dan sektor kesehatan. Penurunan landa sektor keuangan dan properti.
Baca Juga
Meski IHSG terkoreksi tipis, beberapa saham tetap melambung. Di antaranya, saham PT Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,41% menjadi Rp 125, PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) naik 28,36% menjadi Rp 86, dan PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) menguat hingga ARA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 290.
Sebaliknya penurunan pesat melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).
IHSG kemarin ditutup melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa dengan kenaikan 61,9 poin (0,82%) menjadi 7.606. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 929,44 miliar.
Baca Juga
Net buy terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 402,42 milair, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 116,58 miliar, PT Mahkota Group Tbk (MGRO) Rp 115,30 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 84,87 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 66,36 miliar.
Penguatan IHSG kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer naiki 2,53%, sektor properti naik 2,01%, sektor energi naik 1,14%, sektor material dasari naik 1,13%, dan sektor keuangan menguat 0,71%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, konsumer non primer, dan sektor industri.

