The Fed Isyaratkan Penurunan Bunga, Cek Rekomendasi Saham BBRI, ERAA, dan TLKM
JAKARTA, investortrust.id - The Fed mengisyaratkan penurunan bunga tidak lama lagi dan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,2% ke 7.190 Jumat lalu. Untuk perdagangan hari ini, analis teknikal merekomendasikan sejumlah saham layak dicermati investor, yakni saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI), perusahaan ritel dan distributor perangkat elektronik Erajaya Swasembada (ERAA), dan perusahaan telekomunikasi Telkom Indonesia (TLKM).
“IHSG menguat ke 7.190 Jumat lalu dan masih didominasi oleh volume pembelian. Penguatan IHSG pun sanggup untuk menembus area resistance di 7.201, sehingga pergerakan IHSG saat ini berada di wave (v) dari wave [i]. Hal tersebut berarti, IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatannya ke rentang area 7.237-7.262,” kata Head of Research Retail MNC Sekuritas T Herditya Wicaksana, Jakarta, Senin (18/11/2023).
Baca Juga
Saham Berjangka AS ‘Flat’ Setelah Indeks Utama Wall Street Reli Selama 7 Minggu Berturut-turut
Ia menjelaskan lebih lanjut, support IHSG adalah 7.041, kemudian 7.011. Sedangkan level resistance berada di 7.219, kemudian 7.252.
Saham-Saham Pilihan
Berikut rincian saham-saham yang direkomendasi MNCS Sekuritas untuk perdagangan saham hari ini, di Bursa Efek Indonesia.
BBRI - Buy on Weakness
Harga saham BBRI terkoreksi ke Rp 5.550 Jumat lalu disertai dengan tingginya volume penjualan. Diperkirakan, saat ini posisi BBRI berada di awal wave (ii) dari wave [iii], sehingga pergerakan akan rawan terkoreksi dahulu dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.
Buy on weakness: Rp 5.400-5.525
Target price: Rp 5.650, Rp 5.750
Stop loss: di bawah Rp 5.275.
ERAA - Buy on Weakness
Harga saham ERAA terkoreksi 0,6% ke Rp 354 Jumat lalu, disertai munculnya volume penjualan dan belum mampu untuk menembus MA20. Selama ERAA masih mampu berada di atas Rp 332 sebagai stop loss-nya, maka posisi ERAA saat ini diperkirakan berada di awal wave 3 dari wave (1).
Buy on weakness: Rp 342-350
Target price: Rp 370, Rp 394
Stop loss: di bawah Rp 332.
GJTL - Spec Buy
Harga saham GJTL terkoreksi ke Rp 990 Jumat lalu dan disertai munculnya volume penjualan. Diperkirakan, posisi GJTL saat ini berada pada bagian awal dari wave (2) dari wave [C], sehingga masih berpeluang untuk berbalik menguat.
Spec buy: Rp 965-990
Target price: Rp 1.060, Rp 1.095
Stop loss: di bawah Rp 920.
Baca Juga
Chandra Asri (TPIA) Gaet Investor Strategis, Saham Barito Pacific (BRPT) Diuntungkan
TLKM - Buy on Weakness
Harga saham TLKM menguat 1% ke Rp 3.980 Jumat lalu disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, namun penguatan TLKM masih tertahan oleh resistance-nya. Worst case scenario, apabila TLKM belum mampu menembus resistance-nya, maka pergerakannya akan rawan terkoreksi untuk membentuk wave [iv] pada label hitam.
Buy on weakness: Rp 3.730-3.860
Target price: Rp 4.090, Rp 4.190
Stop loss: di bawah Rp 3.700.
(Disclaimer on)

