Investasi Mulai Rp 1 Juta, Cek Jadwal Penerbitan SBN Ritel Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah menargetkan untuk menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel sebesar Rp 160 triliun sepanjang tahun 2024.
Sebagai catatan, SBN Ritel merupakan instrumen investasi aman bahkan zero risk, karena hasil dan pengembalian pokok investasinya dijamin undang-undang. Tidak kalah menarik, hasil investasi yang ditawarkan di atas rata-rata tingkat bunga deposito perbankan.
Selain itu, investasi pada SBN Ritel terbilang mudah dan terjangkau, dengan minimum pembelian sebesar Rp 1 juta. Pembelian bisa dilakukan melalui sejumlah mitra distribusi resmi SBN, baik perbankan, perusahaan sekuritas maupun perusahaan platform investasi dan keuangan.
Baca Juga
Berderet keunggulan tadi membuat minat masyarakat terhadap SBN Ritel terus meningkat. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPPR Kemenkeu), sepanjang tahun 2023 pemerintah menerbitkan SBN senilai Rp 147,92 triliun.
Sementara, sebagaimana disebutkan sebelumnya, tahun ini target SBN yang diterbitkan pemerintah mencapai Rp 140 triliun - Rp 160 triliun. Sedangkan pada tahun 2022 nilai SBN Ritel yang diterbitkan pemerintah mencapai Rp 107,35 triliun pada 2022.
Untuk mengejar target pemasukan negara melalui SBN Ritel, tahun ini pemerintah merancang rangkaian penerbitkan SBN Ritel yaitu terdiri dari Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST).
Adapun jadwal penerbitan SBN Ritel tahun 2024 yaitu:
Baca Juga
ORI025: 29 Januari - 22 Februari 2024
SR020: 4 - 27 Maret 2024
ST012: 26 April - 29 Mei 2024
SBR013: 10 Juni - 4 Juli 2024
SR021: 23 Agustus - 18 September 2024
ORI026: 30 September - 24 Oktober 2024
ST013: 8 November - 4 Desember 2024.
Mengacu pada jadwal tersebut, saat ini penawaran SR020 tengah bergulir dan dapat dipesan melalui mitra distribusi SBN resmi yang ditunjuk pemerintah.
Namun sebelum memutuskan untuk memesan SBN, ada baiknya memahami betul terkait instrumen yang satu ini.
Dikutip dari laman resmi DJPPPR Kemenkeu disebutkan, Surat Berharga Negara atau SBN adalah surat berharga negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia yang hasilnya akan digunakan untuk membiayai anggaran negara.
Dengan begitu, berinvestasi di SBN, maka sama halnya seperti meminjamkan uang kepada pemerintah dan sebagai gantinya akan memperoleh imbal hasil berupa kupon yang diterima rutin secara berkala hingga jatuh tempo.
Secara lebih spesifik, terdapat 4 tujuan penerbitkan SBN oleh pemerintah, yaitu untuk membiayai defisit APBN, kemudian untuk menutup kekurangan kas negara jangka pendek, sebagai upaya mengelola portofolio uang negara dan mendorong masyarakat untuk berinvestasi dengan memberikan pilihan atau alternatif investasi, sehingga dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi investasi dalam jangka waktu menengah (2-3 tahun).
Adapun keuntungan SBN sebagai alternatif investasi yang aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan yaitu:
1. Investasi yang Dijamin Negara
Imbal hasil SBN berupa kupon dan pembayaran pokok investasi saat jatuh tempo dijamin oleh negara melalui Undang-Undang, sehingga sudah pasti aman.
2. Modal Investasi Cukup Terjangkau
Untuk berinvestasi di SBN, modal investasi yang dibutuhkan cukup terjangkau yaitu dimulai dari Rp 1 juta.
3. Passive Income
Imbal hasil (kupon) SBN dibayarkan secara rutin setiap bulan dapat menjadi peluang sebagai sumber passive income tambahan.
4. Imbal Hasil Menarik
Secara historis, imbal hasil SBN lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito BUMN.
5. Pajak Lebih Rendah
Pajak yang dikenakan pada investasi SBN sebesar 10%, lebih rendah dibandingkan dengan deposito yang dikenakan pajak sebesar 20%.
6. Jadi Pahlawan Negara
Dengan berinvestasi di SBN, artinya telah turut berkontribusi untuk pembangunan negara karena telah membantu pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

