Saham Perdana ARA, Global Sukses (DOSS) Beberkan Aksi Korporasi dan Potensi Bisnis Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) menargetkan penambahan dua gerai baru hingga akhir tahun atau setelah resmi mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/8/2024). Sedangkan saham DOSS pada penutupan perdagangan saham sesi I ditutup meleseat hingga auto reject atas (ARA) ke level Rp 182.
Global Sukses Digital (DOSS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ritel perlengkapan fotografi, videografi, dan perlengkapannya, yang tersebar di sejumlah kota. Perseroan yang memiliki sebanyak 9 gerai ini dikendalikan PT Sukses Investama Indonesia dengan kepemilikan 85,20% saham.
Direktur Utama DOSS Tahir Matulatan mengatakan, dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham nantiya digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja.
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham PT Global Sukses Digital Tbk (DOSS) Sebagai Efek Syariah
"DOSS akan menggunakan 27,4% atau sekitar Rp 15,5-16 miliar untuk belanja modal seperti sewa gerai dan pengembangan gerai baru, biaya ekspansi gerai lama di Ratu Plaza Mall, termasuk biaya sewa seluas 3.000 m2," ujar Tahir saat Konferensi Pers IPO DOSS di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/8/2024).
Lebih lanjut, dia mengatakan, sisanya sekitar 72,6% untuk modal kerja kegiatan usaha utama perseroan dan operasional serta beban usaha 2024 dan 2025 di Ratu Plaza Mall, gerai baru di Banjarmasin, Semarang, Kendari, dan Medan. Diketahui nilai investasi per gerai berkisar Rp 1,5-2 miliar. Selain itu, perseroan akan ekspansi ke wilayah-wilayah lain di Indonesia.
Terkait prospek bisnis sektor ini, dia mengatakan, pasar fotografi dan videografi di Indonesia bernilai triliunan rupiah, hal ini tercermin dari kontribusi sektor ekonomi kreatif yang besar pada tahun 2023 atau setara dengan 8% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
Baca Juga
Pedagang Kamera (DOSS) Resmi Listing, Harga Sahamnya Langsung Bentur ARA
"DOSS juga akan mengembangkan teknologi layanan unggulan yang lebih cepat, lebih seamless, smooth, misalnya masuk ke teknologi AI untuk efisiensi kinerja DOSS," terang dia.
Teknologi unggulannya yakni, RFID (radio frequency identification) ke dalam sistem gudang dan point of sale (POS) di jaringan retailnya. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, keakuratan inventaris, dan kepuasan pelanggan secara signifikan.
Selain itu, DOSS akan mengembangkan aplikasi Artisan Finder, sebuah marketplace dinamis yang dirancang untuk menghubungkan klien dengan fotografer dan videografer berbakat.
Sebagai informasi, debut perdana saham DOSS tampak melesat naik langsung membentur auto rejection atas (ARA) menguat sebesar 34,81% ke level Rp 182 per saham. Jumlah saham DOSS yang diperdagangkan mencapai 19.854 lot dengan sebanyak 1.736 kali transaksi senilai Rp 361,34 juta.

