Green Power (LABA) Ungkap Aksi Korporasi Besar hingga Aksi Pengendali Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Green Power Group Tbk (LABA) mengungkap aksi besar dalam waktu dekat, yaitu penerbitan saham baru (rights issue) dengan target dana maksimal Rp 900 miliar. Total saham baru yang akan diterbitkan berkisar 6 miliar lembar.
Secara bersamaan PT Nev Stored Energy selaku pengendali terpantau justru mendivestasi dengan melepas sebanyak 165 juta atau setara dengan 14,95% saham LABA. Nev Stored juga mengalihkan sebanyak 55 juta atau 4,99% saham LABA.
Direktur LABA An Shaohong dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/3/2025), menyebutkan bahwa Green Power (LABA) akan mengubah ruang lingkup usahanya menjadi holding. Aksi tersebut akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS).
Baca Juga
Nev Stored Borong Selaku Pengendali Saham Green Power (LABA) Bernilai Jumbo dari Pasar, Ada Apa?
Sejalan dengan rencana perubahan ruang lingkup usahanya, dia mengatakan, perseroan akan menerbitkan saham tambahan tidak lebih dari 6 miliar lembar atau maksimal senilai Rp 900 miliar.
“Dalam rights issue ini, pemegang saham pengendali akan memasukkan aset yang mencakup tambang nikel dan Gedung perkantoran yang dimiliki PT Neopower Teknologi Indonesia dan mengimpun dana tunai,” tulisnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, penerbitan saham baru bertujuan untuk membeli aset yang memiliki profitabilitas tinggi, meningkatkan nilai aset perseroan, dan memperkuat operasional. Aksi ini sedang dalam kajian agar mekanismenya sesuai dengan aturan pasar modal.
Divestasi Saham
Sementara itu, Nev Stored Energy selaku pengendali terpantau justru melepas sebanyak 14,95% saham LABA. Saham sebanyak 165 juta unit tersebut dilepas dengan harga Rp 140 per saham pada 18 Maret 2025, sehingga total dana yang diraup Rp 23,10 miliar.
Aksi tersebut menjadikan total saham LABA yang dikuasai Nev Stored turun dari 41,14% saham menjadi 26,19% saham. Namun demikian manajemen LABA belum mengungkap investor yang membeli saham tersebut.
Baca Juga
Manajemen LABA dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa divestasi saham tersebut bagian dari pengembangan Green Power (LABA) beserta entitas anak, seperti proyek pembangkit Listrik fotovoltaik (PLTS), pengembangan dan produksi baterai, serangkaian prosedur injeksi aset, serta perdagangan produk energi terbaruk.
Sebelum mendivestasi saham tersebut , Nev Stored telah menjaminkan sebanyak 55 juta saham LABA atau setara dengan 4,99%. Nilai penjaminan setara dengan Rp 160 per saham yang dilaksanakan pada 28 Februari 2025. Aksi ini menjadikan total saham yang dimiliki perseroan turun dari Rp 46,13% menjadi 41,14%.
Terkait pergerakan harga saham LABA, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham LABA mengalami penurunan drastic sepanjang tahun 2025 berjalan atau year to date (ytd). Saham ini turun dari level akhir 2024 Rp 300 menjadi Rp 133 per saham pada penutupan perdagangan hari ini. Bahkan, saham ini telah turun tajam dari level tertinggi Rp 885 pada 12 September 2024.

