Nev Stored Selaku Pengendali Borong Saham Green Power (LABA) Bernilai Jumbo dari Pasar, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Nev Stored Energy selaku pengendali tiba-tiba memborong hampir 4 juta saham PT Green Power Group Tbk (LABA). Pengendali tersebut memborong saham LABA dari pasar secara bertahap pada 28 Februari 2025.
Aksi borong saham tersebut merupakan yang pertama dilakukan Nev Stored setelah resmi menjadi pengendali LABA. Sebagaimana diketahui, Nev Stored resmi menjadi pengendali setelah memborong sebanyak 50,75% saham LABA pada 28 Juni 2024.
Manajemen LABA dalam penjelasan resminya di Burs Efek Indonesia (BEI), Sabtu (1/3/2025), menyebutkan bahwa Nev Stored memborong saham LABA secara bertahap hingga totalnya 3,95 juta saham atau hampir 4 juta saham dengan rentang harga bervariasi pada 28 Februari 2025.
Baca Juga
“Tujuan transaksi untuk penambahan kepemilikan saham. Pembelian tersebut menjadikan total saham LABA yang dimiliki Nev Stored bertambah dari 50,75% menjadi 51,11% saham,” tulis penguman resmi tersebut.
Sebelumnya, Green Power (LABA) masuk bisnis pertambangan nikel dengan membeli sebanyak 45% saham PT Gotion Indonesia Materials (GIM). Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan pemegang saham GIM telah dilakukan Rabu (26/2/2025).
LABA akan membeli 45% saham GIM dari PT Neopower Teknologi Indonesia (NTI). GIM sendiri merupakan perusahaan yang memiliki izin usaha pertambangan (IUP) nikel dan Gedung perkantoran. “Jika berjalan lancar, perseroan akan menjadi pemegang 45% saham GIM,” tulis pengumuman resmi manajemen LABA di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga
Green Power (LABA): Raih Kontrak Suplai Baterai Jumbo dan Keinginan Pengendali Tambah Saham
Manajemen LABA menyebutkan bahwa akuisisi 45% saham GIM tersebut untuk pengembangan aktivitas perseroan dan diharapkan berdampak terhadap peningkatan profitabilitas dan memperbesar aktivitas dari hulu sampai hilir pada industry EBT.
Lebih lanjut, manajemen LABA menyebutkan, perseroan akan bekerja sama dengan beberapa profesi penunjang untuk mengkaji dan melaksanakan akuisisi saham ini sesuai dengan mekanisme perseroan.
Manajemen LABA juga menambahkan terkait pengembangan bisnis ke depan dengan menetapkan empat divis. Di antara, divisi material bahan mentah baterai melalui penambangan nikel, Kawasan industry, serta perdagangan material baterai.

