Harga Emas Bakal Makin Berkilau, Deretan Saham Ini Layak Pantau
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia diproyeksikan akan mengalami penguatan pada pekan ini, periode 5-9 Agustus 2024. Pekan lalu, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,65% ke level US$ 2.483 per ons (ounce).
Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan, harga emas dunia diprediksi akan menyentuh level US$ 2.489 per ons.
“Kalau seandainya tembus level US$ 2.489, kemungkinan bisa jebol di US$ 2.500,” ujar Ibrahim saat dihubungi investortrust.id, Senin (5/8/2024).
Ibrahim menjelaskan faktor yang menyebabkan harga emas masih mengalami penguatan, secara jangka pendek maupun jangka menengah adalah rilis data ekonomi di Amerika Serikat (AS) Jumat pekan lalu.
“Sangat mengecewakan dan tidak sesuai ekspetasi, terutama aktivitas manufaktur, kemudian payroll tenaga kerja. Nah ini yang mendorong kekhawatiran bagi para ekonom,” terang dia.
Baca Juga
Tumbuh 310,18%, AUM Reksa Dana Gamasteps BRI-MI Tembus Rp 1,1 Triliun
Hal itu menurut Ibrahim memberikan indikasi bahwa perekonomian Amerika akan melambat, yang terjadi bank sentral AS akan menurunkan suku bunga lebih dari dua kali tahun ini. Khusus di bulan September The Fed diprediksi menurunkan bunga 25 basis poin.
“Sebenarnya ini yang membuat aksi jual terhadap harga emas, sehingga emas di level US$ 2.483 itu terjadi koreksi dan melakukan taking profit, tujuannya untuk para trader beli di harga terendah, nah ini sebenarnya yang membuat harga emas ini tetap menyala,” ujar Ibrahim.
Selain itu, kata Ibrahim, potensi penurunan suku bunga di September kemungkinan besar bukan hanya Bank Sentral Amerika tetapi bank sentral global lain juga akan menurunkan suku bunga seperti, Bank Sentral Eropa dan Swiss.
Dari sisi fundamental, yang membuat harga emas ini harus mengalami penguatan bisa dilihat dari indeks dollar yang sudah terus mengalami pelemahan.
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham PT Esta Indonesia Tbk (NEST) Sebagai Efek Syariah
“Ini akan berdampak pada penguatan emas walaupun saat ini masih terjadi fluktuasi, tapi ada indikasi harga emas ini akan naik,” imbuhnya.
Melihat sentimen tersebut, emiten tambang emas bisa menjadi instrumen yang banyak diincar karena dianggap memberikan keuntungan yang menjanjikan.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengidentifikasikan beberapa saham komoditas emas secara teknikal sebagai berikut :
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Buy on weakness
Support : 1.225
Resistance : 1.355
Target Price : 1.400-1.500
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Wait and See
Support : 2.220
Resistance : 2.350
3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Buy on weakness
Support : 1.245
Resistance: 1.330
Target price : 1.370-1.420

