Harga Saham Berguguran, eh Harga Emas malah Makin Berkilau, kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas terus bergerak naik, bahkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat perang Iran-Israel. Komoditas mulia ini memang dikenalsebagai safe haven alias instrumen yang aman untuk berinvestasi, dalam berbagai kondisi.
Saat intrumen lain, seperti saham, obligasi, dan reksa dana berguguran, emas kerap menjadi pilihan. Tak hanya di dunia, di Indonesia pun banyak petuah orang tua tentang pentingya emas sebagai instrumen lindung nilai.Emas adalahcermin kebijaksanaan finansial yang telah teruji dari generasi ke generasi.
Dalam sorotan pasar yang penuh dinamika, gejolak harga emas sungguh fenomenal. Pada Jumat (19/4/2024) pukul 12.00 WIB, harga emas meroket hingga menorehkan angka fantastis US$ 2.398,4 per troy ons.
Level ini merupakan rekor tertinggi baru dalam sejarah perdagangan emas. Latar belakang kenaikan ini tidak lain adalah ketegangan yang memuncak antara Iran dan Israel. Suatu keadaan yang memaksa pelaku pasar mencari tempat berlindung dari badai ketidakpastian geopolitik.
Baca Juga
Saat Harga Emas Naik, Analis Ini Jagokan Saham-saham Berikut
Saat terjadi ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, investor sering mencari tempat yang aman untuk menyimpan aset mereka. Emas sering dipilih dalam situasi ini karena dianggap memiliki stabilitas relatif dan kurang terpengaruh oleh perubahan politik atau kebijakan ekonomi.
Lanskap harga emas dari awal 2020 hingga kini terus bergejolak, dan berhasil menanjak. Berawal dari kecemasan yang ditimbulkan oleh pandemi global akibat Covid-19, emas mendadak menjadi bintang di antara aset investasi.
Namun, perang yang meletus di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina pada 2022 sempat menggoyahkannya. Kondisi itu menyebabkan penurunan sementara dalam tren yang sebelumnya meningkat.
Akan tetapi, penurunan tersebut berlangsung singkat dalam perjalanan emas menuju puncak yang lebih tinggi, dimulai sejak 2023.
Dorongan terbaru menuju lonjakan ini adalah eskalasi konflik di Timur Tengah, yang tampaknya telah membangkitkan kembali semangat para investor untuk menanamkan modalnya dalam kepastian yang ditawarkan komoditas ini.
Kondisi sebaliknya terjadi di pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa hari terakhir terus tertekan. Saham-saham unggulan (bluechips) berguguran. Hingga penutupan perdagangan, Kamis (18/4/2024), IHSG sudah minus 1,5% selama tahun berjalan (year to date/ytd).
Alihkan Aset ke Emas
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra mengatakan, setiap muncul gejolak di dunia yang menimbulkan kekhawatiran besar kepada pelaku pasar bahwa perekonomian global akan terganggu, para pelaku pasar akan mengalihkan asetnya ke safe haven seperti emas. Itu sebabnya, harga emas kian menunjukkan kemilaunya.
Pada 2024, harga emas semakin naik tinggi membentuk ATH baru. Ini kemungkinan karena pelaku pasar memandang dunia masih dipenuhi ketidakpastian.
Baca Juga
Israel Serang Balik Iran, Harga Emas Antam Pecah Rekor Rp 1,34 Juta per Gram
“Peristiwa atau konflik yang menyebabkan gangguan ekonomi terus muncul selama beberapa tahun terakhir dan kemungkin akan muncul juga pada tahun-tahun mendatang,” kata Ariston kepada investortrust.id, Jumat (19/4/2024).
Terlepas dari itu, sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa dalam keruhnya kekacauan politik dan ekonomi, emas sering kali menjadi pelabuhan yang menjanjikan.
Selain faktor ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, emas dianggap menarik karena beberapa alasan lain, yaitu:
1. Nilai intrinsik
Emas memiliki nilai intrinsik yang tinggi karena kegunaannya dalam industri, perhiasan, dan investasi. Ini membuatnya dianggap sebagai aset yang berharga dan stabil.
2. Perlindungan terhadap inflasi
Emas cenderung mempertahankan nilainya atau bahkan meningkat nilainya seiring waktu, terutama ketika inflasi meningkat. Karena sifatnya yang terbatas dan permintaan yang stabil, emas sering dianggap sebagai cara untuk melindungi kekayaan dari efek negatif inflasi.
3. Portofolio diversifikasi
Emas juga merupakan salah satu cara untuk mendiversifikasi portofolio investasi. Dengan memiliki aset yang berkorelasi negatif dengan pasar saham dan obligasi, investor dapat mengurangi risiko keseluruhan portofolio mereka.

