Deretan Saham Pertambangan Ini Bisa Berkilau di Tengah Potensi Pelemahan IHSG Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergerak volatile cenderung melemah pada perdagangan sepekan ke depan, periode 22 – 26 April 2024.
Tim Riset PT KB Valbury Sekuritas meramal, IHSG berpotensi bergerak di area level 7.000 hingga 7.150.
“Pergerakan IHSG secara teknikal saat ini telah menembus support ema 200 di sekitar level 7.100 dan masih ada potensi untuk penurunan lanjutan sampai ke support berikutya di sekitar area 7.000,” urai Tim KB Valbury Sekuritas dalam riset harian yang dikutip, Minggu (21/4/2024).
Lebih lanjut dikatakan, apabila IHSG mampu bertahan di atas level 7.100, maka ada potensi pantulan untuk menguji resisten minor di 7.200.
Baca Juga
Peran Srikandi BUMN Pertamina Grup dalam Peringatan Hari Kartini 2024
Meski secara umum IHSG cenderung melemah, sejumlah saham terutama sektor pertambangan, justru diprediksi berpeluang menguat, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Selanjutnya saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).
Selain sentiment geopolitik, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentiment penting ekonomi sepekan ke depan.
Beberapa rilis data penting yang ditunggu pelaku pasar selama sepekan ke depan diantaranya rilis data ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan Maret pada hari Senin dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu, (24/4/2024), yang membahas tingkat suku bunga di mana konsensus akan tetap mempertahankan tidak berubah di level 6%.
Sebagai catatan, pekan sebelumnya, IHSG ditutup melemah pada perdagangan Jumat (19/4/2024) sebesar -1.11% atau turun -79 poin ke level 7.087 dengan total transaksi sebesar Rp 13,7 trilliun.
Baca Juga
Pendapatan Berpotensi Tumbuh 10%, Begini Prospek Saham AKR Corporindo (AKRA) 2024
Sementara secara mingguan, pada periode pekan lalu, 16-19 April 2024, IHSG bergerak melemah dengan total penurunan sebanyak -199,5 poin atau turun -2.74%.
Pelemahan pasar disebabkan oleh sentimen turunnya mata uang rupiah terhadap US Dollar yang anjlok ke level 16250 dan kondisi geopolitik luar negeri antara Iran dan Israel.
“Penurunan IHSG disebabkan masih turunnya saham-saham dari sektor perbankan seperti BBRI, BMRI, BBCA dan TLKM dengan total dana asing yang melakukan penjualan bersih sebesar lebih dari Rp 4 trilliun selama seminggu terakhir,” urai Tim Riset KB Valbury.
Semenetara itu, pergerakan indeks secara sektoral dibebani oleh turunnya hampir semua sektor dan sektor teknologi yang mengalami penurunan dalam sampai -8%, sedangkan sektor yang menopang adalah sektor energi dimana mengalami peningkatan sebesar 1.3% dimana didorong oleh saham-saham seperti AKRA, MEDC, ELSA, ADRO dan PTBA.

