IHSG Anjlok, tapi Saham SONA dan SMDM Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/8/2024), dibuka terjungkal lebih dari 50 poin (0,74%) menjadi 7.271 atau kembali bergerak di bawah 7.300. Penurunan tersebut dipicu koreksi seluruh sektor saham.
Penurunan sektor saham terdalam melanda, saham sektor material dasar, sektor konsumer non primer, sektor infrastruktur, sektor keuangan, sektor properti, dan sektor konsumer primer.
Baca Juga
Meski IHSG anjlok, saham PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) tetap perkasa dengan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) 24,86% menjadi Rp 1.155. Kenaikan juga hingga ARA juga melanda saham PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM) sebanyak 24,59% menjadi Rp 456.
Kenaikan selanjutnya melanda saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) sebanyak 16,67% menjadi Rp 1.400 dan PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) melesat 22,93% menjadi Rp 193.
Sebaliknya saham dengan penurunan terdalam melanda saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Jaya Trishindo Tbk (HELI), dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR).
Baca Juga
Judi Online Kian Meresahkan, OJK Siapkan Sederet Langkah Tegas Berikut
IHSG kemarin ditutup melesat sebanyak 70,22 poin (0,97%) menjadi 7.325. Pemodal asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 897,18 miliar yang didominasi saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 738,35 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 105,76 miliar, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 48,60 miliar.
Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor saham, seperti saham sektor properti 1,28%, sektor keuangan 1,09%, sektor transportasi 0,79%, sektor energi 0,34%, dan sektor material dasar 0,56%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industri 0,40%, sektor kesehatan 0,07%, dan sektor infrastruktur 0,44%.

