Net Buy Melesat Rp 2,11 Triliun, Asing Borong Saham Ini Dipimpin BBRI
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 2,11 triliun, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/7/2024), ditutup menguat mencapai 13,9 poin (0,19%) menjadi 7.255,76 dengan nilai transaksi Rp 9,21 triliun.
Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham PT Trimegah Bangun Perkasa Tbk (NCKL) senilai Rp 2,12 triliun melalui pasar negosiasi dari pemodal lokal ke pemodal asing.
Net buy selanjutnya dicatatkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 285,97 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 75,63 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 69,50 miliar, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 65,55 miliar.
Baca Juga
RUPSLB Pertamina Geothermal (PGEO): Angkat Gigih dan Abdul di Jajaran Komisaris Baru
Sebaliknya lima saham yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 328,32 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 189,05 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 59,17 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 43,58 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp37,54 miliar.
Terkait penguatan indeks sepanjang hari ini didukung kenaikan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor industri 1,57%, sekot kesehatan 0,94%, sektor material dasar 0,72%, sektor properti 0,64%, sektor konsumer primer 0,40%, dan sektor keuangan 0,20%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, sektor konsumer non primer, dan sektor energi.
Adapun empat saham ini ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 25% menjadi Rp 540, PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) dengan kenaikan 25% menjadi Rp 420, PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) naik 25% menjadi Rp 360, dan PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melesat 24,32% menjadi Rp 276.
Baca Juga
Penguatan harga juga melanda saham PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) mencapai Rp 19 (16,38%) menjadi Rp 135. Saham ini akhirnya berbalik melesat setelah berhari-hari tertekan hingga unusual market activity/UMA.
Sebaliknya beberapa saham dengan pelemahan paling dalam, yaitu saham PT Dosni Roha Indonesia tbk (ZBRA), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT), PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV), dan PT Charnic Capital Tbk (NICK).

