IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham CPIN, ISAT, dan NISP Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi konsolidasi menguat terbatas, dengan diperkirakan bergerak di range 7.175-7.290 pada perdagangan hari ini. Tim Riset InvestasiKu merekomendasi sejumlah saham layak dicermati investor, yakni Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), Indosat (ISAT), Bank OCBC NISP (NISP), Medikaloka Hermina (HEAL), dan Panin Financial (PNLF).
“IHSG bergerak melemah ke level 7.240 dengan nilai transaksi yang relatif rendah sebesar Rp 9,87 triliun. Meski demikian, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 98,69 miliar di pasar reguler, dengan 5 saham yang paling banyak dibeli yaitu BBCA, ISAT, SMGR, MIKA, dan JPFA,” kata analis Cheril Tanuwijaya membeberkan hasil analisis Tim Riset InvestasiKu, Jakarta, Jumat (26/7/2024).
| Rekomendasi saham pada perdagangan hari ini, 26 Juli 2024, dan indeks harga saham sejumlah bursa utama dunia kemarin waktu setempat. Sumber: InvestasiKu. |
Baca Juga
Pelemahan IHSG kemarin disebabkan dampak sentimen global yang tengah menanti berbagai rilis data ekonomi Amerika Serikat. Mayoritas sektoral bergerak melemah, kecuali sektor kesehatan yang menguat 0,54%, yang ditopang hasil rilis kinerja emiten rumah sakit yang baik. Sebaliknya, pelemahan dipimpin oleh sektor transportasi sebesar 1,72%, bahan baku 1,70%, dan properti 1,64%.
PDB AS Melebihi Estimasi
Dari sentimen global, lanjut Head of Research Mega Capital Sekuritas ini, produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal II-2024 ternyata di atas estimasi. Hal itu membuat soft landing ekonomi terbesar di dunia tersebut makin nyata.
"Data PDB AS kuartal II-2024 tumbuh 2,8% quartal on quartal, dibanding estimasi 2% dan kuartal I 1,4%. Ini didukung oleh kenaikan permintaan konsumen baik barang maupun jasa," papar Cheril.
Namun, pertumbuhan PDB Negeri Paman Sam itu masih di bawah rata-rata pada tahun 2021-2023 di level 3,1%.
Sementara bursa Eropa melemah akibat rilis data kinerja kuartal II-2024 menunjukan pelemahan pada emiten otomotif dan barang mewah. Sedangkan di Asia, PBOC kembali mengejutkan pasar dengan menurunkan suku bunga pinjaman jangka menengah di Tiongkok sebesar 20 bps ke level 2,3%. Keputusan Bank Sentral Cina ini dilakukan setelah di hari sebelumnya memangkas suku bunga masing-masing 10 bps untuk jangka pendek dan panjang.
Baca Juga
Minyak Mentah Naik Hampir 1% Didorong Pertumbuhan Ekonomi AS

