Tiga Saham Ini Melambung hingga ARA, Meski IHSG Ditutup Terkoreksi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/7/2024), ditutup melemah sebanyak 22,48 poin (0,31%) menjadi 7.240,28. Pergerakan indeks berada dalam rentang dalam rentang 7.207-7.268 dengan nilai transaksi Rp 8,22 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, sektor saham material dasar 1,70%, sektor transportasi 1,72%, sektor properti 1,64%, sektor industri 1,08%, dan sektor energi 0,95%. Satu-satunya sektor saham yang menguat adalah kesehatan mencapai 0,54%.
Baca Juga
Fundamental Tangguh, Laba Bank Raya (AGRO) Meroket 115,9% di Kuartal II-2024
Sedangkan saham kapitalisasi pasar besar yang menjadi penahan penurunan indeks lebih dalam datang dari saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan penguatan Rp 225 (2,23%) menjadi Rp 10.300 dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan kenaikan Rp 25 (0,27%) menjadi Rp 9,450.
Sedangkan beberapa saham dengan penguatan teringgi hingga auto reject atas (ARA), saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) naik Rp 56 (35%) menjadi Rp 216, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) naik Rp 66 (34,74%) menjadi Rp 256, dan PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik Rp 56 (24,78%) menjadi Rp 282.
Baca Juga
Kejar Target Kepemilikan 25%, Emiten Hary Tanoe (BHIT) Lanjut Borong Saham MNC Land (KPIG)
Penguatan juga melanda saham PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) naik Rp 36 (12,33%) menjadi Rp 328 dan PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) melesat Rp 22 (9,52%) menjadi Rp 230.
Sebaliknya pelemahan dalam melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI), PT Eratex Djaja Tbk (ERTX), PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA), PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA).
Grafik Saham

