Saham Golden Flower (POLU) Lompat Tak Kira-kira hingga Suspend, Ternyata Keuangannya Begini
JAKARTA, Investortrust.id – Harga saham PT Golden Flower Tbk (POLU) berhasi melesat hingga auto reject atas (ARA) berhari-hari sampai akhirnya disuspensi hari ini, Rabu (27/9/2023). Saham POLU juga pernah mendapatkan suspensi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tujuan cooling down pekan lalu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham POLU ditutup melesat dari level penutupan akhir Agustus Rp 250 menjadi Rp 825 pada penutupan kemarin atau melesat 230% hanya sepanjang September 2023 berjalan.
Baca Juga
BEI Ungkap 3 Kelebihan Transaksi di Bursa Karbon, Cek Rinciannya
Terkait segmen bisnisnya disebutkan bahwa Golden Flower adalah perusahaan manufaktur dan pengekspor garmen Indonesia. Perseroan memiliki 8 fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat. Perseroan memproduksi pakaian merk ternama Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY, hingga American Eagle di Indonesia.
Perseroan menyebutkan bahwa sebanyak 85% ekspor perseroan ditujukan ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan negara Asia lainnya. Sedangkan bertindak sebagai pengendali perseroan adalah PT Profashion Apparel dengan kepemilikan 79,99% saham.
Baca Juga
Dari sisi kinerja keuangan, laporan Golden Flower (POLU) menyebutkan, penjualan perseroan justru anjlok dari Rp 70,27 miliar pada semester I-2022 menjadi Rp 35,09 miliar pada semester I-2023. Penurunan dalam tersebut memicu perseroan dari laba operasional Rp 9,47 miliar menjadi rugi operasional hingga Rp 5,74 miliar.
Golden Flower juga mencatatkan rugi bersih tahun berjalan hingga Rp 7,11 miliar sampai Juni 2023, dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan tahun lalu senilai Rp 8,80 miliar. Sedangkan liabilitas turun tipis dari Rp 80,39 miliar menjadi Rp 78,10 miliar.
Terkait lompatan harga saham POLU dalam beberapa hari terakhir, manajemen dalam penjelasan remsinya di BEI menyebutkan, belum ada informasi penting maupu fakta material yang dapat memengaruhi nilai efek perseroan. Termasuk belum adanya aksi korporasi dalam waktu dekat.
Baca Juga
Sedangkan berdasarkan registrasi pemegang saham perseroan di BEI terungkap bahwa PT Profashion Apparel merupakan pengendali saham POLU dengan kepemilikan 79,99%. Sisanya dikuasai Masyarakat dengan total 20%.

