Saham masih Disuspensi, Kinerja Keuangan Golden Flower (POLU) Ternyata Turun Dalam
JAKARTA, investortrust.id – PT Golden Flower Tbk (POLU) mencatatkan penurunan dalam pendapatan hingga September 2023. Penurunan tersebut memicu perseroan berbalik merugi, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan keuntungan bersih.
Manajemen POLU dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (14/11/2023) menyebutkan, penjualan perseroan turun dalam dari Rp 101,60 miliar menjadi Rp 55,13 miliar. Penurunan tersebut memicu perseroan mencatatkan rugi operasi Rp 5,93 miliar, dibandingkan laba operasi periode sama tahun lalu Rp 14,14 miliar.
Baca Juga
Target Harga Saham Mitra Keluarga (MIKA) Dipangkas, Ternyata Gara-gara Ini
Tak hanya itu, perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan senilai Rp 7,13 miliar sampai kuartal III-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan laba bersih senilai Rp 12,99 miliar. Kerugian tersebut setara dengan Rp 10 per saham.
Terkait pergerakan harga saham, POLU hingga kini masih disuspensi Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 27 September. Suspensi tersebut dipicu atas lompatan harga saham POLU dalam beberapa pekan sebelum suspensi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham POLU ditutup melesat dari level penutupan akhir Agustus Rp 250 menjadi Rp 825 pada penutupan sebelum suspeni atau melesat 230% hanya sepanjang September 2023 berjalan.
Baca Juga
Saham Golden Flower (POLU) Lompat Tak Kira-kira hingga Suspend, Ternyata Keuangannya Begini
Terkait segmen bisnisnya disebutkan bahwa Golden Flower adalah perusahaan manufaktur dan pengekspor garmen Indonesia. Perseroan memiliki 8 fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat. Perseroan memproduksi pakaian merk ternama Michael Kors, Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY, hingga American Eagle di Indonesia.
Perseroan menyebutkan bahwa sebanyak 85% ekspor perseroan ditujukan ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan negara Asia lainnya. Sedangkan bertindak sebagai pengendali perseroan adalah PT Profashion Apparel dengan kepemilikan 79,99% saham.

