PGEO Ungkap Rencana Pengembangan Kapasitas Periode 2024 – 2027, Ini Rinciannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) menyampaikan rencana peningkatan kapasitas dari produksi uap dan listrik hingga tahun 2027.
Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora mengatakan, 19 Wilayah Kerja Panas (WKP) akan diprioritaskan dalam peningkatan kapasitas produksi uap dan listrik.
“Pengembangan proyek Lumut Balai unit 2 berkapasitas 55 mega watt (MW) dan ditargetkan beroperasi tahun ini,” kata Kitty dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, (23/7/2024).
Lalu proyek Hululais unit 1 berkapasitas 55 MW dan lalu proyek Hululais unit 2 berkapasitas 55 MW, proyek keduanya ditargetkan beroperasi tahun 2026.
Baca Juga
“Untuk proyek Co-Generation Lumut Balai Bottoming Unit 1 (10MW) dan Ulubelu Bottoming Unit (10 MW), dan Lahendong Bottoming Unit 1 (5 MW), ketiga proyek tersebut ditargetkan rampung tahun 2025,” terang dia.
Kitty merinci, proyek Ulubelu Bottoming Unit 2 (10 MW) dan Ulubelu Bottoming Unit 3 (10 MW ), Ulubelu Low Pressure (10 MW), Lahendong Bottoming Unit 2 (10 MW), Lahendong Low Pressure (15 MW), Lumut Balai Low Pressure 1 (10 MW).
Lanjut ke Lumut Balai Low Pressure 2 (10 MW), Sungai Penuh Two Phase (10 MW), Kamojang Low Pressure (5 MW), dan Sibayak Bottoming Unit (5 MW) ditargetkan beroperasi pada 2026.
“Kemudian, di Hululais (Bukit Daun) Ext A1 (10 MW) dan Lumut Balai Bottoming Unit 2 (10 MW) ditargetkan beroperasi pada 2027,” lanjut dia.
Baca Juga
Investasi Emas Antam Cuan 11,07% Ytd, Parkir di Rp 1.404.000 per Gram Selasa Pagi
Lalu, proyek Hululais (Bukit Daun) Ext A2 (20 MW) Lahendong Bottoming unit 3 ditargetkan beroperasi pada 2028. Sedangkan, Hululais Bottoming Unit 1 (30 MW) dan Hululais Bottoming Unit 2 (30 MW), ditargetkan beroperasi masing-masing tahun 2029 dan 2030.
Kitty menjelaskan ekstensi dan pengembangan Green Field, di Lahendong 7&8 (40 MW) ditargetkan beroperasi tahun 2027, sementara Gunung Tiga (55 MW) ditargetkan beroperasi tahun 2028.
“Untuk proyek Kotamobagu berkapasitas (80 MW) ditargetkan beroperasi tahun 2029, dan terakhir di Selawah berkapasitas (55 MW) ditargetkan beroperasi tahun 2030,” katanya.
