Geliat IKN Dorong Kinerja BSBK, Laba Bersih Melambung 203% di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – Pengembang properti, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mendapat berkah dari percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Sentimen IKN membuat proyek properti BSBK latis manis hingga berdampak pada perolehan kinerja keuangan perseroan. Laba bersih BSBK melambung 203,8% secara year on year, menjadi Rp 39,8 miliar pada semester I- 2024. Periode sama tahun sebelumnya Perseroan hanya mencatat laba bersih Rp 13,1 miliar.
Direktur BSBK Daniel Wirawan mengatakan, peningkatan laba bersih perseroan tidak terlepas dari faktor eksternal dan internal.
"Dari sisi eksternal, kondisi usaha saat ini jauh membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat lebih banyak pendatang mengunjungi Balikpapan, karena kota ini merupakan penyangga terdekat bagi IKN, sehingga permintaan akan hunian meningkat,’’ urai Daniel dikutip dari keterangan tertulis, Senin (22/07/2024).
Sementara dari sisi internal, Daniel menyebut perseroan berhasil melakukan efisiensi beban pokok pendapatan yang cukup signifikan.
Perolehan laba bersih sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan pendapatan usaha yang tercatat 9,71% (yoy) menjadi Rp 170,7 miliar di semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang senilai Rp 155,6 miliar.
Baca Juga
Bilah Terakhir Garuda di Istana Presiden IKN Selesai Dipasang
Daniel menjelaskan, peningkatan pendapatan perseroan ditopang oleh lonjakan penjualan apartemen yang mencapai 51,58% (yoy) dibandingkan tahun 2023.
Selain itu, lanjutnya, kenaikan pendapatan usaha juga berkontribusi besar, terutama ditopang oleh dua pusat perbelanjaan milik perusahaan.
Ia menjelaskan, Mall E-Walk dan Mall Pentacity mengalami kenaikan tingkat hunian (occupancy rate) masing-masing mencapai 97,91% dan 82,82% pada semester I-2024, dibandingkan dengan 95,80% dan 79,26% pada periode yang sama tahun lalu.
Lanjutnya, faktor eksternal seperti pembangunan IKN Nusantara juga berkontribusi terhadap peningkatan kinerja keuangan perseroan, diantaranya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).
Baca Juga
Ditopang Pembangunan IKN, BSBK Bidik Penjualan Unit Apartemen Sapphire Rp 500 Miliar
"Tingginya arus pendatang dari luar kota ke Balikpapan terkait pembangunan IKN menyebabkan meningkatnya kebutuhan hunian. Termasuk apartemen yang ditawarkan di kawasan BSBK, baik untuk dibeli maupun disewa," ujar Daniel.
Dari sisi neraca, total aset perseroan senilai Rp 2,51 triliun pada semester I-2024, atau meningkat dari Rp 2,494 triliun pada akhir 2023.
Total utang perseroan senilai Rp 642 miliar pada semester I-2024, dengan total ekuitas meningkat menjadi senilai Rp 1,72 triliun.
Grafik harga Saham BSKB secara Ytd:

