Ditopang Pembangunan IKN, BSBK Bidik Penjualan Unit Apartemen Sapphire Rp 500 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Pengelola Balikpapan Superblock (BSB), PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) akan merilis proyek apartemen di kawasan BSB, Balikpapan.
Proyek tersebut merupakan upaya Perseroan dalam menyambut potensi permintaan properti seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara. BSBK membidik penjualan Rp 500 miliar dari proyek bangunan jangkung tersebut.
Direktur BSBK Daniel Wirawan, menyebut prelaunching Apartemen Sapphire yang memiliki ketinggian 13 lantai dan total luasan Gedung (gross) 18.921,17 m2 akan dilakukan tahun 2024.
Dikatakan, apartemen ini memiliki total jumlah 212 unit yang terdiri dari101 tipe 1 kamar, 81 unit tipe 2 kamar, 24 unit tipe 3 kamar dan 6 unit tipe penthouse.
Baca Juga
“Fasilitas dalam apartemen ini antara lain gym, infinity swimming pool, function room, Children playground dan yoga room. Selain itu, di dalam unit apartement sudah lengkap dengan system smart home dan semi furnished,” ulasnya dalam keterangan resmi, Senin (22/4/2024).
Sebagai catatan, BSBK merupakan pengelola salah satu kawasan komersial terpadu dengan fasilitas mulai dari pusat perbelanjaan eWalk dan Pentacity, hotel bintang 5 Grand Jatra Hotel, hotel bintang 4 Pentacity hotel dan Astara Hotel, hotel bintang 2 J.Icon, sekolah internasional Bina Bangsa School, hunian apartment eksklusif, tempat rekreasi air Aquaboom, sports center dan hiburan pantai BSB di Provinsi Kalimantan Timur.
Pada tahun 2023, Perseroan telah melakukan penambahan sebanyak 41 kamar untuk Pentacity Hotel. Rencananya pada tahun 2024, Perseroan akan menambah sebanyak 53 kamar lagi sehingga total unit kamar akan menjadi 197 kamar, mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan total unit kamar di tahun 2023 yang hanya sebanyak 144 unit.
Perseroan juga berhasil meningkatan okupansi Mall Pentacity dan Mall Ewalk, di mana pada tahun 2023, okupansi Mall Pentacity mencapai sebesar 86,81% mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya sebesar 80,78%. Sedangkan untuk Mall Ewalk tingkat okupansinya meningkat menjadi sebesar 95,53% di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya sebesar 94,81%.
Manajemen BSBK berencana untuk menaikan okupansi Mall Pentacity dan Mall Ewalk pada tahun ini menjadi berturut-turut sebesar 90% dan 99,5%. Dengan adanya peningkatan okupansi yang dilakukan dan bauran tenant, Perseroan meyakini untuk bisa menambah daya tarik untuk warga Balikpapan dan kota sekitar Kalimantan Timur.
Kinerja Solid
Di sisi kinerja, pada tahun 2023, Perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 347 miliar. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 31% dibandingkan sebesar Rp 265 miliar pada tahun 2022.
Dari segmen penjualan, Perseroan mencatatkan peningkatan sebesar 60%, sedangkan dari segmen pendapatan sewa, mengalami peningkatan sebesar 27%. Peningkatan penjualan dan pendapatan sewa terjadi karena berakhirnya pandemi COVID-19 dan dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Peningkatan penjualan dan pendapatan usaha Perseroan berhasil mendorong laba usaha naik pada tahun 2023, yaitu mencapai Rp 110 miliar, tumbuh 38,71% dibandingkan dengan tahun 2022 yang hanya mencatatkan Rp 79 miliar.
Baca Juga
9 Tower ASN di IKN Topping Off, Mebel Masuk Setelah Upacara HUT RI
Peningkatan kinerja segmen usaha dan pendapatan mampu mendongkrak laba bersih Perseroan sebesar Rp 39 miliar pada tahun 2023. Pencapaian ini melesat 895,81% dibandingkan laba bersih BSBK sebesar Rp 3 miliar pada tahun 2022.
“Peningkatan laba bersih tersebut terjadi karena peningkatan kinerja operasional serta efisiensi beban keuangan yang telah dilakukan oleh Perseroan,” tulis Daniel Wirawan.
Sementara itu, total aset Perseroan pada tahun 2023, tercatat sebesar Rp 2,49 triliun, tidak terjadi perubahan yang signifikan dibandingkan dengan total aset pada tahun 2022 sebesar Rp 2,52 triliun.
Di sisi lain, di tahun 2023, Perseroan berhasil menurunkan total utang dari sebesar Rp 875 miliar menjadi sebesar Rp 808 miliar. Adapun total ekuitas Perseroan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp 1,68 triliun, naik 2,41% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 1,64 triliun. Kenaikan ini dikarenakan atas meningkatnya saldo laba Perseroan pada tahun 2023.

