Laba Bersih Wulandari Bangun Laksana (BSBK) Melonjak 782,8%, Ini Pendukungnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) mencatatkan laba tahun berjalan Rp 349,5 miliar atau melonjak 782,83% dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya sebesar Rp 39,5 miliar. Peningkatan laba bersih ini merupakan kontribusi dari peningkatan kinerja operasional perseroan, serta keuntungan dari revaluasi aset properti investasi perseroan.
Emiten yang berlokasi di Balikpapan, provinsi Kalimantan Timur ini, mengelola kawasan komersial terpadu (Balikpapan Superblock) dengan berbagai fasilitas. Perseroan memiliki pusat perbelanjaan yang disewakan yang bernama Mal e-Walk dan Mal Pentacity Shopping Venue, serta melakukan penjualan unit apartemen dan kondotel.
“Kami cukup puas dengan pencapaian kinerja tahun ini, karena Perseroan mampu untuk meningkatkan kinerja operasional secara optimal tanpa harus bergantung pada peningkatan hutang," ucap Direktur PT Wulandari Bangun Laksana Tbk Daniel Wirawan dalam siaran pers, Kamis (27/2/2025).
Baca Juga
Laba Bersih Wulandari Bangun Laksana (BSBK) Melejit 226,74% di Kuartal III-2024
Pada akhir tahun 2024, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 361,4 miliar, mengalami peningkatan sebesar 4,15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 yaitu sebesar Rp 347 miliar. Keberhasilan peningkatan pendapatan ini disebabkan karena kenaikan yang signifikan pada segmen pendapatan sewa sebesar 20,14% dan segmen pendapatan usaha sebesar 8,25% dari 135,6 miliar menjadi 146,8 miliar.
Kenaikan pendapatan sewa dan pendapatan usaha ini dapat dilihat dari peningkatan occupancy rate Mal e-Walk dan Mal Pentacity Shopping Venue. Okupansi Mall Pentacity pada tahun 2024 mencapai sebesar 94,1% mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya sebesar 86,81%. Sedangkan untuk Mall Ewalk tingkat okupansinya meningkat menjadi sebesar 99,45% di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya sebesar 95,53%.
Sedangkan dari sisi neraca, perseroan mencatatkan aset Rp 2,86 triliun, naik dari tahun sebelumnya Rp 2,49 triliun atau setara dengan 14,91%. Peningkatan tersebut disebabkan karena peningkatan atas properti investasi dan aktiva tetap. Sementara itu, perseroan juga mengalami penurunan atas Ttotal liabilitas pada tahun 2024 yaitu menjadi sebesar Rp 775,5 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 808,6 miliar. Saat ini perseroan memiliki utang bank kepada Bank BPD Kaltim Kaltara di-cover dengan jaminan sebesar Rp 1,97 triliun. Selain itu, untuk total ekuitas perseroan mengalami peningkatan yaitu dari Rp 1,68 triliun menjadi Rp 2,09 triiun pada tahun 2024, hal ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba dan penghasilan komprehensif perseroan.
Baca Juga
Cuma Date 8 Agustus, Wulandari (BSBK) Bagi Dividen Interim Rp 25,01 Miliar
Pada tahun 2024 perseroan telah meningkatkan total kamar yang beroperasi dari awal tahun sebesar 675 menjadi sebesar 823 pada akhir tahun 2024. Sehingga total kamar hotel pada Kawasan Superblock perseroan secara keseluruhan adalah sebesar 823 pada akhir tahun 2024 yang terdiri dari 215 kamar Jatra Hotel, 202 kamar Pentacity hotel, 346 kamar Astara Hotel dan 60 Kamar J-icon.
Salah satu portfolio yang telah dihardirkan oleh perseroan pada tahun 2025 ini adalah Sapphire Apartemen semi furnished. Dengan ketinggian 13 lantai, apartemen ini memiliki total jumlah 238 unit yang terdiri dari 154 unit tipe 1 kamar, 55 unit tipe 2 kamar, 22 unit tipe 3 kamar dan 7 unit tipe penthouse. Fasilitas dalam apartemen ini antara lain gym, swimming pool, meeting room, dan yoga room.

