Dirut Emiten yang Baru Listing Ini (SMGA) Mendadak Mundur, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Direktur utama emiten perdagangan nikel dan batubara, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA), Julius Edy Wibowo mendadak mundur. Padahal, dirinya baru saja menuntaskan penawaran umum perdana saham dan listing perdana saham SMG A Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Januari 2024.
Pengunduran diri tersebut disampaikan Julius Edy melalui surat yang diterima perseroan pada 16 Juli 2024. “Dengan ini mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang sekarang dan akan tetap mengikuti peraturan di Bursa Efek Indonesia (BEi), yaitu berlaku efektif sejak ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),” ujar Julius yang dikutip dari keterbukaan informasi, Jumat (19/7/2024).
Baca Juga
Sumber Mineral Global (SMGA) Jajaki Akuisisi Tambang Nikel di Morowali
Selanjutnya, perseroan akan mengajukan permohonan atas persetujuan pengunduran diri tersebut dalam RUPSLB. "Kejadian, informasi, dan fakta material tersebut di atas tidak berdampak negatif terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” tulis Corporate Secretary SMGA, Mona Dita Saraswati.
Sumber Mineral (SMGA) merupakan emiten kesembilan yang mencatatkan saham di BEI tahun 2024. Saat itu, SMGA memasang harga IPO senilai Rp 105 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 183,75 miliar.
Dana dari hasil penawaran umum perdana saham yang telah diterima Perseroan akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengadaan nikel dan batu bara. Emiten perdagangan nikel dan batubara ini akan mengakuisisi satu perusahaan tambang nikel di Morowali Utara.
Baca Juga
Sumber Mineral Global (SMGA) Targetkan Pendapatan Rp 1 Triliun Usai IPO
Adapun dana yang digunakan untuk akuisisi dari perusahaan tambang tersebut adalah dana operasional. Sedangkan akuisisi tersebut akan selesai di kuartal II 2024 sehingga produksi nikel akan dimulai pada kuartal III 2024.
Perusahaan tambang tersebut mampu memproduksi sekitar 50 ribu hingga 100 ribu ton nikel ore sebulan. Lebih lanjut, perseron juga turut mengembangkan produksi batu gamping pada kuartal I tahun 2024 setelah melihat tingginya permintaan batu gamping.
Grafik Saham SMGA
