Filipina Dakwa 2 Warga Rusia Terkait Pencurian XRP Senilai Rp 100 Miliar
Reporter | Taufiq Al Hakim
Editor | Lona Olavia
JAKARTA, investortrust.id - Departemen Kehakiman Filipina (DOJ) telah mendakwa dua warga negara Rusia atas pencurian mata uang kripto XRP senilai PHP 340 juta atau setara sekitar Rp 100,2 miliar dari bursa kripto lokal.
Para tersangka diduga meretas sistem Coins.ph untuk melakukan pencurian tersebut. DOJ menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kejahatan dunia maya meskipun ada upaya berkelanjutan untuk memerangi ancaman ini.
DOJ mengumumkan minggu lalu bahwa tuntutan pidana telah diajukan terhadap dua warga negara Rusia atas pencurian mata uang kripto XRP senilai PHP 340 juta dari dealer lokal.
Terdakwa Vladimir Evgenevich Avdeev dan Sergey Yaschuck, menghadapi tuduhan berdasarkan Undang-Undang Republik No. 10175, Undang-Undang Pencegahan Kejahatan Dunia Maya tahun 2012, menurut tuntutan yang diajukan ke Pengadilan Daerah Taguig.
Avdeev dan Yaschuck, mantan konsultan untuk bursa kripto Filipina Coins.ph di bawah Betur Inc., diduga menyusup ke sistem perusahaan, yang mengakibatkan pencurian 12,2 juta XRP, senilai lebih dari PHP 340 juta.
Coins.ph, yang menangani pengiriman uang, transfer uang, dan pertukaran mata uang asing, mengidentifikasi pelanggaran tersebut setelah memperhatikan aktivitas login yang tidak biasa.
Investigasi platform tersebut menunjukkan pengetahuan tersangka yang luas tentang infrastruktur jaringan dan langkah-langkah keamanan.
Menteri Kehakiman Filipina Jesus Remulla menekankan komitmen DOJ untuk menegakkan supremasi hukum di dunia maya.
“DOJ memiliki mandat untuk memastikan supremasi hukum ditegakkan setiap saat, dan ini berlaku bahkan di dunia maya,” ungkap Jesus Remulla, dikutip dari Bitcoin.com pada Kamis (18/7/2024).
Lebih lanjut, Jesus Remulla memperingatkan tentang taktik penjahat dunia maya yang terus berkembang untuk mengeksploitasi kemajuan teknologi dan menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan.
Avdeev menghadapi 23 tuduhan kejahatan dunia maya, dengan jaminan sebesar PHP 120.000 per tuduhan, sementara Yaschuck menghadapi tiga tuduhan dengan ketentuan jaminan yang sama.
Para tersangka diduga berupaya mencuci uang hasil curian melalui berbagai platform mata uang kripto untuk menutupi asal-usulnya dan menghindari deteksi.
