Kejutan Fenomena Unik di XRP Desember 2025, Ini Prospek Harga XRP ke Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pasar derivatif Ripple (XRP) baru-baru ini menunjukkan angka yang begitu ekstrem sehingga membuat banyak orang harus memeriksa kembali kebenaran angkanya.
Berdasarkan heatmap likuidasi dari CoinGlass, tercatat ketidakseimbangan likuidasi sebesar 29.668.367% dalam periode empat jam, di mana likuidasi posisi long mencapai US$ 175.000 sementara posisi short hanya US$ 588.
Ketidakseimbangan yang terjadi di pasar Ripple (XRP) ini adalah salah satu contoh outlier statistik yang jarang terjadi. Melansir dari Pintu, Selasa (9/12/2025), dengan jumlah likuidasi posisi long yang sangat besar dibandingkan dengan posisi short, ini menunjukkan bahwa saat ini para pelaku pasar bearish tidak terlalu mempengaruhi harga XRP. Meskipun harga XRP sempat melemah, tidak ada gelombang penjualan short yang signifikan yang bisa mendorong harga turun lebih dalam.
Baca Juga
ETF Ripple (XRP) Diprediksi Capai Nilai Miliaran Dolar dalam Hitungan Bulan
Salah satu alasan mengapa aktivitas short selling di pasar XRP sangat rendah adalah karena posisi harga maksimal yang menyakitkan (max pain price) untuk posisi short berada 9,71% di atas harga spot. Dengan eksposur yang mencapai US$ 12 juta, risiko kerugian menjadi sangat tinggi bagi para short seller.
Oleh karena itu, mereka lebih memilih untuk berhati-hati dan memilih momen yang tepat untuk masuk ke pasar. Para pelaku pasar tampaknya enggan untuk mengambil posisi short karena adanya risiko kerugian yang besar.
Lebih lanjut, ini menunjukkan bahwa pasar saat ini tidak didorong oleh sentimen bearish, melainkan oleh kurangnya dukungan leverage pada sisi long. Tanpa adanya tekanan jual yang signifikan, penurunan harga XRP lebih terlihat seperti penyesuaian rutin daripada pergerakan tren yang terkontrol.
Baca Juga
Pasar Kripto Tertekan Lagi, Ethereum dan XRP Melemah di Atas 3%
Dampak pada Pergerakan Harga XRP
Kurangnya aktivitas short selling ini menyebabkan dinamika pasar yang unik. Meskipun harga XRP menunjukkan penurunan, penurunan tersebut tidak didorong oleh aktivitas bearish yang agresif. Ini menunjukkan bahwa pasar mungkin masih mencari arah yang jelas, dan tanpa tekanan jual yang kuat, penurunan harga bisa terjadi tetapi tidak dengan intensi yang kuat.
Situasi ini menempatkan XRP dalam kondisi yang tidak biasa di mana penurunan harga tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen pasar. Hingga minat short meningkat, penurunan harga XRP akan terus dianggap sebagai reset rutin daripada pergerakan tren yang diatur dengan baik.
Dengan kondisi pasar saat ini, investor dan trader harus memperhatikan dinamika antara posisi long dan short serta pengaruhnya terhadap pergerakan harga. Kecenderungan pasar untuk menghindari risiko besar pada posisi short mungkin akan berlanjut hingga ada perubahan signifikan dalam faktor-faktor fundamental atau teknikal yang mempengaruhi Ripple (XRP).

