Reli Kripto Mulai Melambat, Bitcoin Naik Tipis Namun Ethereum Terjebak di Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Reli kripto yang menyebabkan harga Bitcoin meningkat sekitar 12% selama tujuh hari terakhir, tampaknya telah kehilangan momentum untuk saat ini.
Menilik data Coinmarketcap, Rabu (17/7/2024) pukul 07.00 WIB, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada US$ 65.082, menunjukkan sedikit pergerakan dengan kenaikan 0,46% dalam sehari. Namun Ethereum menurun 1,14% US$ 3.446, tetapi naik 12,4% dalam seminggu.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,38 triliun, meningkat 0,14% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 97,44 miliar, meningkat 14,06%. Total volume di DeFi saat ini US$ 5,59 miliar, 5,73% dari total volume pasar kripto 24 jam. Volume semua koin stabil sekarang adalah US$ 89,55 miliar, yang merupakan 91,90% dari total volume pasar kripto 24 jam. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 54%, meningkat sebesar 0,21% sepanjang hari.
Secara teknikal, Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata menyebutkan, secara weekly Bitcoin ditengarai sudah mulai bikin pola (bearish reversal) serupa DOUBLE TOP, pun harga sudah terjerumus ke bawah support MA10 & MA20 yang jadi platform naiknya sejak Oktober 2023.
Baca Juga
Per Juni, Jumlah Transaksi Kripto Melesat 354% dan Investor Tembus 20,24 Juta
Bitcoin sempat turun ke titik low sekitar US$ 53.000-54.000 sebelum akhirnya sekarang menyelamatkan diri kembali ke atas US$ 60.200 yang merupakan neckline penting. Next resistance krusial, jajaran MA10 & MA20 di sekitar US$ 64.900-65.000.
“Ketika Bitcoin belum bisa menembus level tersebut, maka situasi akan tetap jadi sideways. Jadi saran terbaiknya adalah wait and see, sebelum memutuskan perubahan positioning portofolio kripto Anda,” ujarnya dalam riset Selasa (16/7/2024) malam.
Adapun spekulasi yang ramai beredar sampai juga menyenggol harga Bitcoin yang merupakan pihak yang bisa diuntungkan dengan prospek elektabilitas Trump yang melonjak. Hal itu sejak peristiwa penembakan dirinya saat kampanye di Pennsylvania Sabtu lalu. Pasalnya, Trump dikenal sebagai sosok yang bersahabat dengan aset kripto.
Baca Juga
Trump Pilih JD Vance "Pro Bitcoin" Sebagai Wapres, Analis: BTC Dapat Sentimen Positif Lagi
Analis Kripto Mobee Hery Hermawan mengatakan, sejak 5 Juli 2024 harga BTC dan ETH sudah naik sekitar 17%. Melalui risetnya, menurutnya, setidaknya ada tujuh alasan yang mendorong kenaikan harga Bitcoin di bulan Juli :
1. Open interest BTC dan ETH di seluruh total exchange global di pasar derivatif selama bulan Juli cenderung positif setiap hari.
2. Funding rate BTC dan ETH di seluruh total exchange global selalu positif setiap hari selama bulan Juli
3. Flow BTC ETF Spot secara total sejak 5 Juli hingga hari ini selalu positif inflow secara signifikan setiap hari
4. Goverment whale dari Jerman sudah menjual seluruh Bitcoin hingga habis sejak awal bulan Juli, tidak ada lagi tekanan jual BTC dari wallet pemerintah Jerman, pemerintah Jerman selama Juli sudah menjual 46.000 BTC senilai US$ 2,81 miliar, sisa koin BTC milik Jerman saat ini hanya 0,007 BTC.
5. Indeks fear and greed pasar kripto di bulan Juli naik pesat, dari awalnya terendah di 37,44 (fear) saat ini sudah ada di 57 (netral).
6. Selama bulan Juli 2024, tidak ada tekanan jual yang signifikan dan berturut-turut dari miner, hanya ada transaksi arus masuk dan keluar yang wajar.
7. Kampanye Donald Trump yang dipercaya mendukung aset kripto namun masih memberikan semangat ke pendukungnya saat setelah tertembak ditelinga diartikan sebagai semangat kebangkitan pasar asset kripto terutama Bitcoin. Donald Trump berkomitmen akan tetap hadir sebagai pembicara di ajang konferensi Bitcoin. Donald Trump juga sudah memilih calon wakil presiden JD Vance yang juga pro Bitcoin dengan memiliki BTC senilai US$ 250.000.

