Reli Kripto Tertahan, Bitcoin dan Ethereum Kompak Turun 1%
JAKARTA, investortrust.id - Harga kripto naik dengan cukup signifikan pada perdagangan Rabu (17/7/2024) malam yang didorong oleh rally di pasar. Bitcoin (BTC) bahkan sempat dipertukarkan di atas level US$ 66.000 untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir. Begitupun dengan Ethereum (ETH) yang sempat berada di atas angka US$ 3.500.
Mengutip Luno, Kamis (18/7/2024) di tengah momentum ini atau bahkan menjadi salah satu penyebabnya, ETF Bitcoin telah mengalami aliran dana masuk terbesar dalam enam pekan terakhir.
Rebound ini terjadi usai penjualan 48.000 Bitcoin oleh Jerman pada open market bulan lalu, serta tekanan jual dari pembayaran Mt. Gox. Perusahaan analisis kripto Glassnode menyoroti bahwa tampaknya ada sell-side relief jangka pendek dan pembaruan aliran dana masuk dari permintaan yang kini menyokong pasar.
Namun sayangnya pada perdagangan Kamis (18/7/2024) pasar kripto sedikit mengalami guncangan. Menilik data Coinmarketcap, pukul 06.15 WIB BTC turun 1,13% dalam sehari ke US$ 64.163 dan ETH juga sama turun di sekitar 1% ke US$ 3.388.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,35 triliun, turun 0,76% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 80,51 miliar, turun 16,97%. Total volume di DeFi saat ini US$ 4,81 miliar, 5,98% dari total volume pasar kripto 24 jam. Volume semua koin stabil sekarang mencapai US$ 74,26 miliar, yang merupakan 92,24% dari total volume pasar kripto 24 jam. Dominasi Bitcoin saat ini sebesar 53,87%, turun 0,09% sepanjang hari.
“Bitcoin turun karena penjualan ekuitas Amerika Serikat menghentikan rebound kripto. Koreksi pasar saham adalah risiko terbesar bagi pasar kripto, namun penurunan baru akan menjadi peluang pembelian,” kata ahli strategi LMAX Group Joel Kruger dikutip dari Coindesk, Kamis (18/7/2024).
Baca Juga
Donald Trump Bakal Gelar Penggalangan Dana US$ 15 Juta di Konferensi Bitcoin 2024
Aksi tersebut terjadi ketika indeks ekuitas utama AS juga mengalami aksi jual, dengan Nasdaq yang sarat teknologi anjlok 2,7% dan S&P 500 anjlok 1,3%. Saham-saham megacap teknologi seperti pembuat chip Nvidia (NVDA), yang merupakan kontributor terbesar dari dua tolok ukur tersebut mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa, telah mengalami kesulitan dalam beberapa hari terakhir.
Menurut ia, reli kripto mungkin terhenti jika aksi jual pasar saham berubah menjadi koreksi yang lebih dalam. Namun dalam jangka waktu yang lebih lama dapat memberikan surga bagi investor yang meninggalkan saham.
“Satu-satunya kekhawatiran yang kami tandai dalam beberapa sesi terakhir adalah kekhawatiran kami mengenai keadaan pasar ekuitas AS dan kemungkinan kita akan segera melihat pembalikan bearish besar-besaran untuk memungkinkan koreksi yang sehat,” kata Kruger.
Baca Juga

