Koreksi Berlanjut, Saham Barito Renewables (BREN) Sempat Terdepak dari Market Cap Teratas
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terdepak dari posisinya sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan saham intraday sesi I, Jumat ( 12/7/2024).
Terdepaknya saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini dari posisinya dipengaruhi atas berlanjutnya penurunan saham BREN dalam beberapa hari terakhir. Hingga pukul 09.47 WIB, saham BREN turun sempat melemah Rp 400 (4,24%) menjadi Rp 9.025 memicu market cap Perusahaan ini turun ke level Rp 1.210 triliun.
Baca Juga
Saham Barito Renewables (BREN) Terkoreksi Empat Hari, Tren Penguatan Berakhir?
Sedangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyeruak ke posisi teratas dengan market cap Rp 1.238 triliun.
Data BEI mengungkap saham BREN mencatatkan penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pergearkan saham BREN month to date (mtd) Juli turun dari level RP 10.075 menjadi Rp 9.025. Bahkan penurunan saham BREN tergolong dalam, jika dilihat dari level tertingginya setelah dikeluarkan dari papan pemantauan khusus (PPK) bursa Rp 10.400 pada 4 Juli 2024 menjadi Rp 9.025 pada perdagangan intraday sesi I hari ini.
Sebelumnya, saat saham BREN ditransaksikan di PPK BEI, Prajogo Pangestu gencar memborong saham BREN dengan membeli sebanyak 37.848.800 saham BREN pada 10 Juni 2024. Aksi borong kembali dilanjukan pada 12 Juni 2024 dengan membeli 10 juta saham BREN. Alhasil total saham BREN yang digenggam langsung atas nama Prajogo Pangestu mencapai 47.848.800.
Baca Juga
Jika mengacu harga penutupan saham BREN pada 10 Juni level Rp 6.650, maka total dana yang digelontorkan untuk membeli sebanyak 37,84 juta saham BREN berkisar Rp 251,69 miliar. Sedangkan pada 12 Juni, harga saham BREN ditutup level 8.025, sehingga pembelian sebanyak 10 juta saham ini diperkirakan mencapai Rp 80,02 miliar.
Grafik Saham BREN

