Usai Masuk Papan Pemantauan Khusus, Market Cap Saham Barito Renewables (BREN) Hangus Rp 609 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menghilang Rp 609 triliun hanya dalam tujuh hari perdagangan. Menguapnya nilai perusahaan tersebut terjadi setelah saham BREN dimasukkan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Penurunan market cap tersebut sejalan dengan koreksi dalam hingga auto reject bawah (ARB) saham emiten Prajogo Pangestu ini berhari-hari. Saham BREN anjlok dari level sebelum suspensi dan masuk papan pemantauan khusus Rp 11.250 menjadi Rp 6.700 pada perdagangan hari ini atau terkoreksi 40%.
Baca Juga
Penurunan tersebut mengakibatkan kapitalisasi pasar emiten pembangkit listrik geothermal ini luluh hingga Rp 609 triliun dari Rp 1.505 triliun menjadi Rp 896 triliun. Bahkan, kini BREN bertengger diperingkat dua sebagai emiten dengan kapitalisasi pasar besar di BEI. Posisi atas PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.171 triliun dan posisi tiga PT Amman Minerasl Internasional Tbk (AMMN) Rp 881,09 triliun.
Tak hanya membuat kehilangan ratusan triliun market cap, penurunan saham BREN ternyata berdampak besar terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI. Berdasarkan data, IHSG telah merosot dari level 7.253 pada penutupan 28 Mei menjadi 6.952 pada penutupan sesi I hari ini atau anjlok 4,15% ke level terendah baru. BREN telah menjadi pemicu utama kejatuhan IHSG dalam beberapa hari terakhir.
Harta Tergerus
Penurunan saham tersebut juga ternyata membuat harga Prajogo Pangestu selaku pengendali dan pemegang saham terbesar BREN. Berdasarkan data real time Forbes, harga Prajogo tersisa US$ 49,6 miliar hingga hari ini, bandingkan dengan nilai kekayaan US$ 72,6 miliar pada 21 Mei.
Berdasarkan data tersebut, harta Prajogo kekayaan Prajogo telah menguap senilai US$ 23 miliar atau setara dengan Rp 372 triliun. Peringkatnya di tataran orang terkaya dunia melorot dari posisi 22 menjadi 27. Meski demikian, Prajogo tetap menyandang predikat terkaya di Indonesia.
Baca Juga
Prajogo Pangestu, Konglomerat Pionir Bisnis Geothermal Terbesar
Berdasarkan data Prajogo Pangestu bertindak sebagai pengendali grup Barito. Dirinya tercatat sebagai pemegang 71,1% saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Dirinya melalui BRPT menggenggam 69,64% saham BREN, BRPT menguasai 30,06% saham PT Chandar Asri Pacific Tbk (TPIA).
Prajogo juga tercatat sebagai pemegang langsung 84,9% saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Prajogo melalui CUAN kini menjadi pengendali saham PT Petrosea Tbk (PTRO).
Grafik Saham BREN

