Koreksi Berlanjut, Market Cap Barito Renewables (BREN) Terjungkal ke Posisi Empat
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar (market cap) emiten Prajogo Pangestu ini, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), kembali terjungkal, seiring dengan berlanjutnya penurunan harga sahamnya. Kapitalisasi pasar perseroan terjerembab sebanyak dua peringkat dalam sepekan.
Berdasarkan data, market cap BREN kini terjungkal ke urutan empat setelah disalip PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Market cap BREN turun menjadi Rp 648,86 triliun, dibandingkan BYAN bernilai Rp 655,82 triliun pada perdagangan intraday sesi I, Jumat (12/1/2024).
Baca Juga
IHSG Dibuka Menguat, Saham Pendatang Baru Ini Pencetak Cuan Besar
Penurunan tersebut dipicu koreksi saham BREN senilai Rp 230 (4,55%) menjadi Rp 4.820 hingga perdagangan pukul 10.00 WIB. Sedangkan saham BYAN turun tipis Rp 75 menjadi Rp 19.675.
Sebelumnya pada 9 Januari 2024, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebelumnya berhasil menjungkalkan posisi BREN sebagai emiten dengan market cap terbesar kedua akibat penurunan saham emiten Prajogo Pangestu tersebut.
Data BEI juga mengungkap bahwa saham BREN telah anjlok sebanyak 34,4% terhitung sejak penutupan akhir tahun lalu hingga penutupan perdagangan kemarin. BREN menjadi saham dengan penyumbang terbesar terhadap koreksi IHSG dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga
Lagi-lagi Terjungkal, Saham Emiten Prajogo Pangestu Pemberat Utama IHSG Tahun Ini
Saham emiten Prajogo Pangestu lainnya juga mencatatkan koreksi pada perdagangan pagi ini, yaitu saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) melorot Rp 40 (1,08%) menjadi Rp 3.670. Sebaliknya saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berhasil naik tipis Rp 5 (0,47%) menjadi Rp 1.065.
Data BEI mengungkap selama dua pekan terakhir, penurunan saham TPIA telah mencapai 29,3% dan koreksi saham BRPT telah mencapai 20,3%.

