Resmi Listing, Saham UBC Medical (LABS) Tembus ARA
JAKARTA, investortrust.id – Perusahan distributor alat kesehatan, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7/2024).
Jumlah saham yang dicatatkan sebanyak 3,95 miliar lembar saham, terdiri dari sebanyak 3,25 miliar saham pendiri dan 700 juta saham yang diterbitkan dalam rangka IPO.
Adapun saham yang diterbitkan dalam rangka IPO mewakili sebesar 17,72% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana dengan nilai nominal sebesar Rp 20.
Baca Juga
Sementara harga pelaksanaan IPO ditetapkan Rp 102 per saham, sehingga dana hasil IPO yang diraup oleh Perusahaan yang berbasis di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta tersebut mencapai Rp 71,40 miliar.
Debut perdana saham LABS sesaat setelah listing pukul 09.00 WIB tercatat langsung melesat menembus auto rejection atas (ARA) atau menguat 34,31% ke level Rp 137 per saham. Terpantau frekuensi transaksi tercatat mencapai 1.663 kali transaksi dengan volume saham sebanyak 92.772 lot saham dan nilai transaksi sebesar Rp 1,27 miliar.
Untuk mensukseskan hajatan ini, Perseroan menggandeng PT Lotus Andalan Sekuritas. sebagai penjamin pelaksana emisi. Pihak Lotus Sekuritas menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap sisa saham yang ditawarkan namun tidak dipesan dalam Penawaran Umum Perdana, sesuai porsi masing-masing.
Direktur Utama FX Yoshua Raintjung menjelaskan langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO ialah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.
Baca Juga
Komisi XI DPR Minta OJK Bentuk Tim Tuntaskan Masalah Sewa Wisma Mulia I
Disampaikan, kinerja perusahaan sampai Desember 2023 masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif, dimana selama 3 tahun terakhir Perseroan telah meningkatkan reputasinya di pasar alat kesehatan sebagai salah satu pemasok unggulan untuk produk skrining bayi baru lahir dan infeksi tuberkulosis laten (ILTB).
“Saya optimistis dengan prospek Industri Kesehatan saat ini, terutama pasca-covid 19, Pemerintah mulai akan memfokuskan anggaran kesehatannya pada program yang sifatnya promotif dan preventif guna mencapai target Indonesia Emas 2045, hal tersebut diyakini akan meningkatkan penyerapan atas produk alat Kesehatan dan reagen Perseroan" ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/7/2024).
Seluruh dana bersih hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan antara lain untuk biaya operasional seperti, pembelian barang dagangan, pembelian bahan baku produksi, biaya pemasaran, biaya penjualan dan biaya operasional lainnya.
Penawaran umum saham LABS tersebut telah berjalan dengan sukses dan mendapatkan respon yang sangat positif dari para investor, dengan terjadinya kelebihan permintaan (oversubscribe) yang tercatat lebih dari 250 kali, dengan jumlah investor sebanyak lebih dari 31.275 investor yang terdiversifikasi baik investor perorangan, institusi, nasional, maupun asing.

