UBC Medical (LABS) Dukung Deteksi Dini Meningitis dengan Teknologi PCR
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS), perusahaan distribusi alat kesehatan di Indonesia, berkomitmen mendukung peningkatan deteksi dini penyakit meningitis melalui penyediaan solusi diagnostik modern.
Salah satunya adalah distribusi alat berbasis teknologi real-time PCR, seperti QIAstat-Dx, yang memungkinkan tenaga medis melakukan pengujian panel sindromik dengan cepat dan akurat dari sampel pasien.
“Inovasi diagnostik, seperti QIAstat-Dx berperan penting dalam mempercepat proses diagnosis dan penanganan pasien. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal menyelamatkan wakta, dan pada akhirnya, menyelamatkan nyawa,” kata Direktur Operasional PT UBC Medical Indonesia Tbk Raditia Nurcahya dalam keterangannya, Minggu (5/10/2025).
Baca Juga
IPO Rampung, UBC Medical (LABS) Bidik Pendapatan Rp 300 Miliar
Meningitis masih menjadi salah satu penyakit yang menimbulkan kekhawatiran di Indonesia. Anak-anak di bawah usia 5 tahun merupakan kelompok paling rentan. Data menunjukkan Indonesia pernah mencatat 78.018 kasus meningitis dengan 4.313 kematian, angka tertinggi di kawasan ASEAN. Kondisi ini menegaskan urgensi peningkatan kesadaran masyarakat dan ketersediaan alat diagnostik yang memadai.
Bantuan pasien
Dia mengatakan, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 17,2 juta bagi pasien anak pejuang meningitis melalui program CSR “UBC Peduli Pasien Meningitis.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Meningitis Sedunia yang jatuh hari ini 5 Oktober, dan dilaksanakan bekerja sama dengan platform crowdfunding BenihBaik.com. Donasi tersebut ditujukan untuk meringankan beban biaya pengobatan pasien anak yang tengah berjuang melawan meningitis, penyakit infeksi serius pada selaput otak dan tulang belakang.
“Setiap nyawa terlalu berharga untuk hilang. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran dan kepedulian kita, sekecil apa pun bentuknya, dapat menjadi cahaya harapan bagi mereka yang sedang berjuang,” ujar dia.
Langkah ini tidak hanya menunjukkan kepedulian sosial, tetapi menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap bahaya meningitis, pentingnya deteksi dini, dan perlunya dukungan kolektif bagi para pasien serta keluarganya.
Baca Juga
UBC Medical (LABS) Buka Opsi Naikkan Harga Jual Bila Rupiah Terus Melemah
Program UBC Peduli Pasien Meningitis juga mengajak masyarakat, mitra bisnis, dan karyawan perusahaan untuk turut menyebarkan semangat solidaritas melalui media sosial dan jaringan komunitas masing-masing.
UBC berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk mengintegrasikan nilai kemanusiaan dalam praktik bisnis, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.

