IPO Rampung, UBC Medical (LABS) Bidik Pendapatan Rp 300 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Emiten pendatang baru, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) membidik kenaikan pendapatan lebih 100% menjadi Rp 300 miliar pada tahun 2024.
Target ambisius ini ditetapkan Manajemen LABS usai sukses menggelar pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/7/2024).
Direktur Utama LABS, FX Yoshua Raintjung, mengatakan, seiring pertumbuhan pendapatan, pihaknya membidik peningkatan gross profit sebesar 40%.
“Tahun ini kita targetin pertumbuhan pendapatan di atas 100%, mungkin 120%-130% dibandingkan last year,” ujar FX Yoshua Raintjung usai seremoni pencatatan saham perdana atau IPO LABS di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Asal tahu, per 31 Desember 2023 penjualan LABS tercatat Rp 136,69 miliar dan laba kotor sebesar Rp 56,06 miliar.
Baca Juga
Sebagai salah satu perusahaan pertama di Indonesia yang memproduksi alat ekstraksi PCR, strategi yang dilakukan Perseroan untuk menggenjot pendapatan adalah mengembangkan produk yang telah ada maupun produk baru dan melakukan transfer teknologi dengan partner yang berasal dari China.
“Kita terus nambah produk, jadi kita melakukan transfer teknologi. Seperti dilihat banyak tamu-tamu dari China, mereka adalah partner-partner kita yang melakukan transfer teknologi membantu tim saya untuk bisa mendevelop produk-produk baru. Dan memang karena fokus utamanya kita adalah molekuler diagnostik, jadi kita akan fokusnya lebih banyak ke produk-produk PCR yang berhubungan sama PCR,” ungkap Yoshua.
Selain itu, Perseroan menggandeng organisasi FINE atau organisasi perpanjangan tangan dari WHO (World Health Organization) untuk proses mendapatkan WHO recommendation sebagai syarat untuk melakukan ekspor ke luar negeri. Yoshua menyebutkan bahwa dengan hasil diskusi, persiapan kurang lebih sekitar hampir 2 tahun
“Ya, kita baru mulai bulan lalu, mulai persiapan. Jadi kemudian mereka akan melakukan pendampingan. Nah, diharapkan di tahun ke-2 nanti kita sudah bisa mengajukan diri untuk dianggap. Nah, diharapkan di tahun ke-2 nanti kita sudah bisa mengajukan diri untuk dianggap perwakilan WHO, kemudian kita akan mendapatkan rekomendasi dari mereka,” tuturnya.
Baca Juga
Hingga saat ini, mayoritas produk dari LABS masih dipasarkan ke pasar domestik dengan jumlah pelanggan sekitar 1000. Oleh sebab itu, tahun ini LABS menargetkan peningkatan pelanggan sebesar 15-20%.
“Karena kita adalah perusahaan yang mensuplai alat-alat diagnostik, maka pasti customer kita mostly adalah lab diagnostik. Mungkin seperti yang dikenal itu kayak Prodia, Paramita, lab-lab seperti itu, rumah sakit-rumah sakit. Kemudian pasti dari pemerintah pun, mulai dari RSUD, sampai Kemenkes adalah customer-customer kita,” pungkasnya.
Sebagai catatan, sesaat setelah listing pukul 09.00 WIB saham LABS terpantau langsung melesat menembus auto rejection atas (ARA) atau menguat 34,31% ke level Rp 137 per saham.
Pada pukul 10.59 WIB, volume saham yang tercatat adalah sebesar 12,61 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp 1,73 miliar dengan frekuensi sebesar 4.549. Adapun kapitalisasi pasarnya adalah Rp 541,15 miliar.

