Saham Top 10 Market Cap Berjatuhan, Tapi Saham TLKM, AMMN, ASII, dan BBNI Berbeda
JAKARTA, investortrust.id – Hanya saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dari top 10 market cap di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan penurunan dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (1/11/2023).
Berdasarkan data BEI, saham TLKM ditutup naik Rp 130 (3,72%) menjadi Rp 3.620, saham AMMN naik Rp 150 (2,31%) menjadi Rp 6.650, saham ASII menguat Rp 25 (0,43%) menjadi Rp 5.800, dan saham BBNI naik Rp 30 (0,63%) menjadi Rp 4.820.
Baca Juga
Penguatan harga saham keempat emiten tersebut didukung lompatan kinerja keuangan hingga kuartal III-2023. Bahkan, sejumlah analis menyebutkan bahwa realisasi laba bersih keempat emiten tersebut sudah melampaui estimasi.
Sedangkan penurunan terdalam dilanda saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan penurunan sebanyak Rp 290 (6,33%) menjadi Rp 4.290. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga anjlok Rp 130 (2,62%) menjadi Rp 4.830, dan PT Bayan Resouces Tbk (BYAN) turun Rp 50 (0,27%) menjadi Rp 18.175.
Penurunan mayoritas saham kapitalisasi pasar saham besar tersebut membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/11/2023), sebanyak 109,79 poin (1,63%) ke level 6.642,42. IHSG bergerak dalam rentang 6.639,82-6.773,98 dengan nilai transaksi Rp 10,6 triliun.
Baca Juga
Seluruh Saham Emiten Prajogo Pangestu Anjlok, Bahkan Market Cap BREN Terjungkal
Penurunan dipicu aksi jual saham oleh investor asing yang tercermin dari berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupian terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Pemodal asing lagi-lagi membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,09 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 388,23 miliar dan BBCA mencapai Rp 361,06 miliar.

