Usai Saham WIKA Melesat Sepekan, BEI Ungkap Kemungkinan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta penjelasan manajemen PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), seiring lompatan harga dalam sepekan terakhir. Bahkan, saham ini berpotensi dikenakan suspensi perdagangan setelah lompatan harga tersebut.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham WIKA telah melesat dari level akhir Juni 2024 Rp 86 menjadi Rp 185 hingga pukul 14.00 WIB sebanyak 115%. Sedangkan penguatan hari ini telah mencapai Rp 43 (30,50%) menjadi Rp 184.
Baca Juga
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kristian Manullang mengatakan, BEI akan meminta keterangan ke WIKA akan kenaikan sahamnya yang signifikan apabila terdapat perilaku yang tidak biasa. “Pastinya demikian. Kalau memang perilaku itu kita lihat tidak biasa, kita akan minta keterangan dari mereka,” ujar Kristian di Main Hall BEI, Senin (8/7/2024).
Terkait kemungkinan saham WIKA disuspensi atas lonjakan peningkatan harga saham ini, Kristian mengatakan, BEI akan menganalisa secara objektif perilaku transaksi dan tidak akan sembarangan melakukan suspensi kepada emiten yang mengalami lonjakan harga saham.
“Kita lihat ke depan. Kita kan tidak sembarangan melakukan suspensi atas satu saham. Jadi secara objektif kita lihat perilaku transaksi bagaimana gitu, semua saham kita pantau ya,” tuturnya.
Baca Juga
Sebagai catatan, kenaikan harga saham WIKA terjadi setelah pemerintah menyuntikkan modal tambahan dengan total Rp 9,2 triliun. Sebesar Rp 6 triliun disuntikkan negara dan sisanya berasal dari rights issue pemegang saham publik. Dana tersebut akan digunakan Perseroan untuk memenuhi kebutuhan modal dalam menyelesaikan sejumlah proyek yang telah dimenangkan.
Penguatan harga saham WIKA juga diikuti saham emiten BUMN konstruksi lainnya. Di antaranya, saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) hari ini melesat 16,87% menjadi Rp 388 dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menguat 17,12% menjadi Rp 260.
Grafik Saham BUMN Karya
