Masih Diselimuti Ketidakpastian, Pasar Kripto Balik Arah Lagi ke Zona Merah
JAKARTA, investortrust.id – Pasar kripto masih diselimuti ketidakpastian, tak heran pasar kripto yang sempat menguat atau rebound, akhirnya harus kembali berada di zona merahnya lagi.
Menilik data coinmarketcap.com, Senin (8/7/2024) pukul 07.20 WIB dari 100 koin berkapitalisasi besar semuanya nampak mengalami pelemahan harga. Kecuali hanya Notcoin (NOT) yang mampu menguat.
Koin nomor wahid, Bitcoin (BTC) turun 3,78% dalam sehari menjadi US$ 55.879,48. Begitujuga dengan Ethereum (ETH) yang merosot 3,65%. Bahkan BNB, Solana (SOL), XRP, Toncoin (TON), Dogecoin (DOGE), dan Shiba Inu (SHIB) kompak anjlok di atas 6% harganya. Sedangkan NOT mampu menguat 6,83% menjadi US$ 0,014.
Kapitalisasi pasar kripto global tercatat US$ 2,04 triliun, turun 4,44% dibandingkan hari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 54,93 miliar, turun 1,49%. Total volume di DeFi saat ini US$ 4,16 miliar, 7,57% dari total volume pasar kripto 24 jam. Volume semua koin stabil sekarang mencapai US$ 50,72 miliar, yang merupakan 92,34% dari total volume pasar kripto 24 jam. Namun dominasi Bitcoin saat ini sebesar 53,87%, meningkat 0,17% sepanjang hari.
Baca Juga
Harga Bitcoin telah anjlok hingga mendekati US$ 50.000 per Bitcoin, setelah Ketua Federal Reserve atau Fed Jerome Powell memperingatkan tentang “periode kritis.”
Arah Bitcoin dalam beberapa hari mendatang akan ditentukan oleh tekanan jual dari pengguna Mt. Gox. Kepala eksekutif bursa terdesentralisasi SynFutures Rachel Lin mengatakan, dalam komentar email bahwa pasar memperkirakan sebagian besar pengguna Mt. Gox akan menjual token mereka, tetapi akan terjadi rebound jika penjualan lebih rendah dari yang diantisipasi. Di sisi lain, jika ada cukup penjualan untuk mendorong harga lebih rendah, BTC berpotensi ke level US$ 50.000 dalam waktu dekat.
Lin memperingatkan bahwa level krusial untuk Bitcoin dan ethereum masing-masing adalah US$ 60.000 dan US$ 3.350, keduanya telah ditembus secara tegas.
Baca Juga
Tren Harga Bitcoin Alami Penurunan, Analis Jelaskan Alasannya
Di sisi lain, harga Bitcoin yang anjlok telah menyebabkan Indeks Fear and Greed crypto, yang dibuat oleh situs data Alternative.me, turun ke level terendah sejak Januari 2023, tepat setelah harga Bitcoin anjlok menjadi hanya US$ 17.000 setelah runtuhnya bursa kripto FTX. Indeks tersebut sekarang berada di ambang ketakutan.

