Top 10 Saham Tercuan Semester I-2024, Dua Saham Melesat hingga 500%
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 10 saham ini mencatatkan lompatan harga sepanjang semester I-2024 dengan kenaikan di atas 100%. Bahkan, dua saham melesat eksponensial hingga mencapai 500% dan lompatan telah mencapai 700% year to date (ytd). Sedangkan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat sebagai saham kapitalisasi pasar besar yang mencatatkan lompatan.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang semester I-2024, tiga saham dengan penguatan paling besat didukung adanya aksi akuisisi yang menjadikan perubahan pengendali sahamnya.
Baca Juga
Usai Meratus CSPA Beli 80,19% Kepemilikan, Saham ICTSI Jasa Prima (KARW) Melesat 324%
Ketiga perusahaan tersebut adalah saham PT Meratus Jas Prima Tbk (KARW) sebanyak 568% dari Rp 50 menjadi Rp 334 dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) mencapai 500% dari Rp 135 menjadi Rp 810. Penguatan selanjutnya disusul saham PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) mencapai 300% dari Rp 50 menjadi Rp 200.
Penguatan tiga saham berlanjut hingga perdagangan pekan pertama Juli 2024. Saham KARW ditutup menguat menjadi Rp 400, sehingga kenaikan year to date (ytd) telah mencapai 700% menjadi Rp 400, saham FORU menguat sebanyak 700% menjadi Rp 1.050 ytd, dan saham LABA telah melesat sebanyak 360% menjadi Rp 230.
Baca Juga
Suspen Saham Tak Kunjung Dibuka, Fortune Indonesia (FORU) Ungkap Kabar Terbaru Ini
Sebagaimana diketahui ICTS Far East Ltd telah menuntaskan penjualan sebanyak 80,19% sahamnya kepada PT Saranakelola Investasi, yaitu perusahaan logistic yang dikenal dengan Meratus. Sedangkan IMR Asia Holding Pte Ltd telah menuntaskan akuisisi sebanyak 77,7% saham FORU dari PT Karya Citra Prima yang dikendalikan Peter Sondakh.
Begitu juga dengan PT Nev Stored Energy (NSE) dan PT Longping Investasi Indonesia telah menuntaskan akuisisi masing-masing 50,75% dan 21,75% saham LABA.
Grafik IHSG Semester I
Terkait pergerkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang semester I-2024 anjlok 2,8% dari level akhir tahun 7.272,80 menjadi 7.063,58. Pemodal asing juga menorehkan penjualan bersih penjualan (net sell) saham senilai Rp 7,72 triliun.
Pelemahan IHSG mulai terjadi memasuki kuartal II-2024 setelah mayoritas saham-saham bank besar terpental dari level tertingginya. Sedangkan kuartal I-2024, IHSG sempat melesat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) level 7.433 pada 14 Maret 2024.
Baca Juga
Mirae Asset : Kinerja IHSG Semester I-2024 Kurang Menggembirakan
Penurunan indeks tersebut dipengaruhi atas Berdasarkan data perdagangan saham BEI, penekan utama indeks berasal dari penurunan sejumlah saham emiten market cap besar. Di antaranya, PT Bank Rakyat Indoensia Tbk (BBRI) melemah 19,7%, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) anjlok 20,8%, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebanyak 41,9%.
Kejatuhan indeks sepanjang semester I tahun ini juga dipicu atas penurunan saham PT Baya Resources Tbk (BYAN) mencapai 20,7%, PT Astra International Tbk (ASII) melemah 31,1%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak 13,3%.
Grafik Top 10 Saham Tercuan Semester I
